Pembukaan Mal Sebagai Parameter Kelaziman Baru?
beritapapua.id - Pembukaan Mal Sebagai Parameter Kelaziman Baru? - TrenAsia

Pembukaan Mal Sebagai Parameter Kelaziman Baru? – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta akan berakhir pada tanggal 4 Juni 2020. Hal ini  merujuk pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 489 Tahun 2020 tentang PSBB. Sejumlah mal di ibu kota akan mulai beroperasi pada tanggal 5 dan 8 Juni 2020 mendatang. Kondisi ekonomi yang selama ini mati suri selama pandemi, diharapkan bangkit dengan keadaan yang disebut pemerintah sebagai “Kenormalan Baru” atau “Kelaziman Baru”

60 dari total 80 pusat perbelanjaan yang tergabung dalam Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia, serentak beroperasi pada 5 Juni 2020. Tentu dengan batasan jam operasional yang diperpendek dari jam operasional sebelumnya.

Sebelumnya, pemerintah baik di tingkat daerah dan pusat mengklaim telah melakukan kajian demi kajian sebelum memutuskan untuk mencabut ketentuan PSBB. Tanggal 25 Mei 2020 yang lalu Presiden Joko Widodo sempat berkunjung ke Bekasi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan pusat perniagaan dalam menyambut kondisi yang baru ini.

Tentu, dibukanya kembali pusat-pusat perbelanjaan paling tidak akan menggulirkan kembali roda ekonomi yang sempat terhenti terpasak corona. Namun, hal ini justru memicu munculnya klaster-klaster baru. Klaster-klaster baru ini lah yang akan mengambil bagian dari daerah yang menjadi episentrum di Indonesia.

Baca Juga: Ibadah Haji 2020 Ditiadakan

Kurva Positif Covid-19 Masih Tinggi

Kurva data positif Covid-19 Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda akan melandai inilah yang kemudian menjadi sumber kekhawatiran masyarakat. Melihat animo warga, baik di ibu kota maupun daerah, yang tidak mengindahkan sama sekali protokol kesehatan selama pandemi ini, menjadikan kekhawatiran itu sangat beralasan. Disiplin diri dan kesadaran terhadap keamanan dan kesehatan sekitar yang masih rendah, menyebabkan dibukanya pusat perbelanjaan bisa memunculkan klaster-klaster besar yang cukup mengkhawatirkan.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) seperti kami kutip dari Tirto.id memandang rencana pemerintah untuk mengizinkan kembali pusat perbelanjaan untuk kembali beroperasi, terlalu dini dan tergesa-gesa.

Menurutnya, potensi terjadi pelanggaran protokol kesehatan yang diterapkan di setiap pintu masuk mal, yakni: Menggunakan masker, mencuci tangan dan menggunakan sarung tangan serta diperiksanya suhu tubuh, sangat besar. Hal ini berkaca dari kejadian-kejadian sebelumnya yang memperlihatkan secara telanjang betapa warga berdesak-desakan di pasar untuk berbelanja kebutuhan Lebaran yang lalu.

Apakah masyarakat sudah siap dengan segala risiko meluasnya angka kejangkitan dari wabah ini? Diharapkan agar disiplin diri dalam menjaga kebersihan serta daya tahan tubuh selama masa PSBB akan terus dibawa sebagai sebuah kelaziman baru di tengah pandemi Covid-19.