Pemerintah Antisipasi TKI Yang Akan Pulang Ke Tanah Air
beritapapua.id - Pemerintah Antisipasi TKI Yang Akan Pulang Ke Tanah Air - Bangka Pos

Lebih dari 34 ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri akan kembali ke Tanah Air seiring dengan habisnya masa kontrak. Presiden Jokowi meminta seluruh jajarannya memantau kedatangan para TKI ini hingga ke daerah masing-masing. Jokowi menyebut TKI tersebut berasal dari beberapa provinsi di Indonesia, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali.

Bagi WNI yang pulang ke Indonesia tanpa gejala corona, Jokowi menilai mereka dapat dipulangkan dengan status orang dalam pemantauan (ODP). Dengan demikian, mereka harus menjalankan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari dengan disiplin.

Sementara, WNI yang pulang ke Indonesia namun memiliki gejala corona, harus diisolasi. Jokowi mengemukakan, proses isolasi dilakukan di rumah sakit yang disiapkan pemerintah, misalnya di Pulau Galang.

Baca Juga: Di Masa Pandemi Polres Jakbar Gagalkan Peredaran Narkoba

Fasilitas Isolasi di Pulau Galang Siap Digunakan

Pembangunan fasilitas observasi untuk pengendalian penyakit infeksi menular di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau telah selesai dan siap digunakan. Pembukaan rumah sakit dilakukan oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertanahan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya TNI Yudo Margono.

Di dalamnya saat ini sudah tersedia peralatan kesehatan danperlengkapan gizi yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan. Selain itu, terdapat layanan pendukung seperti 20 unit ambulans, 4 unit truk, 4 unit minibus, 2.000 buah APD, dan 5.000 buah masker.

Keseluruhan area fasilitas ini terbagi menjadi tiga zonasi. Ketiganya adalah Zona A yang merupakan wilayah renovasi eks Sinam. Zona ini meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house.

Lalu Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung. Seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helicopter (helipad), dan zona utilitas. Terakhir terdapat Zona C yang akan dikembangkan untuk tahap berikutnya dan menyesuaikan kebutuhan. Rencana pembangunannya nanti akan memanfaatkan cadangan lahan.

Terdapat 2 gedung bertingkat 2 berada di Zona B yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) untuk Intensive Care Unit (ICU) dan untuk Non ICU. Total kapasitas Zona B mencapai 360 tempat tidur yang terdiri dari ruang observasi sebanyak 340 tempat tidur dan ruang isolasi sebanyak 20 tempat tidur ICU.

Di sekitar fasilitas utama juga dilengkapi ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan eksisting untuk bangunan penunjang, fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya, serta ruang alat kesehatan ruang isolasi dan observasi.