Pemerintah di Papua Jangan Lupa Berdayakan Pangan Lokal Bag 2
beritapapua.id - Pemerintah di Papua Jangan Lupa Berdayakan Pangan Lokal Bag 2 - AntaraNews

Pemerintah di Papua Jangan Lupa Berdayakan Pangan Lokal Bag 2 – Tak dapat dipungkiri bahwa beras dianggap sebagai makanan pokok di seluruh pelosok nusantara. Oleh karena beras dijadikan sebagai makanan pokok bagi mayoritas masyarakat, maka ketergantungan pada beras pun tak terhindarkan; Sementara pangan lokal makin tidak mendapat perhatian dan bahkan diabaikan dari ruang proteksi. Padahal, mayoritas masyarakat di wilayah timur Indonesia tidak mengenal atau bahkan bukan mentalitas kerja bersawa.

Artinya, selama beras mendapat perhatian utama dalam menyediakan sembako, maka sepanjang itulah masyarakat dibina mentalitas konsumtif, bukan produktif. Yang mendapatkan keuntungan dari milyaran rupiah dalam situasi ini hanya petani sawah. Sedangkan petani umbi-umbian dan tukang sogok sagu tidak mendapatkan keuntungan. Padahal, dana sembako tersebut dikhususkan untuk mereka. Mereka sebagai warga masyarakat setempat disediakan peluang untuk mendapatkan dana yang jumlahnya fantastis tersebut.

Dalam konteks Papua, mayoritas masyarakat asli Papua bukan petani sawah. Mereka petani umbi-umbian dan tukang sogok sagu. Pertanyaannya: apakah ada Bupati atau Walikota di Provinsi Papua yang berpikir untuk berbelanja umbi-umbian dan sagu dalam menyediakan sembako di tengah pandemi covid 19 ini? Atau apakah ada kepala daerah yang mengajak masyarakatnya “para petani” mengumpulkan umbi-umbian untuk dibeli pemerintah dan dibagikan kepada masyarakat? Apakah ada kepala daerah yang mengajak masyarakatnya “tukang togok sagu” untuk dibeli pemerintah dan dibagikan kepada masyarakat? Beberapa pertanyaan ini kiranya penting dipikirkan sebagai bagian dari proteksi pangan lokal, sebab situasi pandemi covid 19 mengajak pemerintah daerah berpikir menyediakan sembako sehingga dituntut berpikir kreatif sesuai kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing.

Baca Juga: Gunung Emansiri Lobo, Tempat Peristirahatan Garuda dan Naga

Makanan Pokok Masyarakat di Papua

Dalam hal ini, selain beras perlu disediakan pula umbi-umbian dan sagu sebagai makanan pokok masyarakat setempat. Jika ada kepala daerah yang berpikir demikian, maka bukan hanya sekedar menyediakan pangan lokal, tetapi kepala daerah tersebut mencintai pangan lokal bersama masyarakatnya.

Dengan pendekatan mengajak masyarakat bekerja mengumpulkan pangan lokal tersebut, kepala daerah pun secara tidak langsung berperan membina semangat kerja masyarakat dalam memproduksi pangan lokal. Sebab siapa yang membawa banyak hasil panen kebunnya atau hasil togok sagunya, tentu ia berhak mendapat jumlah uang yang besar dari belanja pemerintah. Itulah keuntungan bagi para petani umbi-umbian dan tukang togok sagu dari situasi perlunya pemerintah menyediakan pangan di tengah pandemi covid 19. Semoga ada kepala daerah yang berpikir demikian agar pandemi Covid 19 menjadi berkah bagi para petani umbi-umbian dan togok sagu.

* Tulisan Ketua Dewan Adat Wilayah Meepago