Pemerintah Kedepankan Diplomasi Damai Untuk Papua
Beritapapua.id - Pemerintah Kedepankan Diplomasi Damai Untuk Papua - Sumsel Post

Pemerintah Kedepankan Diplomasi Damai Untuk Papua – Pemerintah akan mendorong diplomasi damai dalam menyelesaikan konflik di Intan Jaya, Papua. Dengan tetap mengedepankan alasan kemanusiaan dalam menyikapi berbagai konflik.

Ketua DPR RI Puan Maharani dalam keterangannya, Selasa (13/10/2020) mengatakan perlunya melakukan diplomasi damai. Dengan memprioritaskan kemanusiaan dalam menghadapi berbagai kasus Papua. Puan meminta pemerintah untuk menaruh perhatian serius pada sejumlah kasus kekerasan yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua khususnya adalah jaminan perlindungan bagi masyarakat sipil.

Ketua DPR RI itu dia juga mengapresiasi langkah Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang berkomitmen menyelesaikan investigasi kasus penembakan Intan Jaya. Tim yang dibentuk oleh Menko Polhukam, Mahfud MD guna melakukan pemeriksaan terkait insiden penembakan Intan Jaya.  beberapa pekan sebelumnya. Tim tersebut terdiri dari unsur gabungan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, lembaga perlindungan saksi, TNI, Polri, dan BIN.

“DPR RI mengapresiasi komitmen Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menyelesaikan investigasi meski menjadi sasaran tembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Intan Jaya, Papua,” ujar Puan.

Baca Juga: Harga Vaksin Covid-19 Berkisar Rp 200 ribu

Mahfud MD Terkait Pembentukan TGPF Intan Jaya

Pemerintah Kedepankan Diplomasi Damai Untuk Papua
Beritapapua.id – Pemerintah Kedepankan Diplomasi Damai Untuk Papua – PGI

Mahfud MD yang sebelumnya telah membentuk TGPF Intan Jaya untuk mengungkap kasus penembakan Kabupaten Intan Jaya. Yang menyebabkan empat orang tewas, yakni dua personel TNI, satu orang warga sipil dan seorang pendeta. Tim tersebut telah berangkat ke Papua pada 7 Oktober lalu untuk melakukan investigasi lapangan dan kembali ke Jakarta pada 12 Oktober 2020.

Selanjutnya, Mahfud MD meminta Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya untuk menyelesaikan laporan investigasi. Terkait pelaksanaan pencarian fakta di lapangan.

“Sekarang tim ini sudah melaporkan seluruhnya dan tinggal menyusun nanti laporan yang lebih sistematis dan diberi waktu sampai dengan tanggal 17 untuk membuat laporan dan mendiskusikan semua fakta-fakta yang ditemukan sehingga sampai pada kesimpulan yang meyakinkan,” kata Mahfud.

Lebih lanjut, Mahfud mengungkapkan bahwa TGPF telah berhasil mendapat semua target pencarian fakta. Meskipun sempat terjadi teror, bahkan penghadangan dan penembakan. Namun Tim tersebut berhasil mendapat keterangan dari saksi kunci soal penembakan TNI dan pendeta Yeremia. Sehingga keterangan ini juga bisa dipakai polisi untuk menangkap para pelaku.

Keluarga korban bahkan memberikan izin kepada tim untuk mengautopsi jenazah pendeta Yeremia yang menjadi korban penembakan saat itu. Selain itu, tim juga telah mewawancarai 25 orang lebih saksi dalam proses investigasi. Bahkan terkait rangkaian peristiwa kasus penembakan Intan Jaya juga sudah dibuatkan laporan polisi via Kasatreskrim.

Selanjutnya, Tim itu juga akan terus memantau hasil investigasi hingga pada proses penyidikan. Sehingga nantinya saat seluruh proses investigasi rampung dan dapat mengungkap pelaku. Seperti  harapan dari para keluarga korban.