Pemerintah Kota Sorong Tutup Tempat Karantina COVID-19
beritapapua.id - gedung diklat karantina covid-19 kampung salak (foto : kompas)

Pemerintah Kota Sorong telah menutup tempat karantina bagi warga yang terpapar Covid-19 di Diklat Kampung Salak, yang beralamat di Kelurahan Rufei, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat.

Penutupan tempat karantina lantaran dalam empat bulan terakhir sudah tidak ada warga yang memanfaatkannya. Hal ini karena menyusul tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Kota Sorong yang terus meningkat dan kini mencapai 97 persen.

Wali Kota Sorong Lambert Jitmau di Sorong, Rabu (02/06/2021), mengatakan bahwa penderita infeksi virus corona yang membutuhkan fasilitas karantina jumlahnya sedikit karena 96 persen pasien Covid-19 di wilayah Sorong sudah sembuh.

Menurut Lambert, selain karena tingkat kesembuhan meningkat, penutupan tempat karantina Diklat Kampung Salak juga karena sudah tidak ada orang yang dikarantina.

Selain itu ia juga berharap tingkat kesembuhan akan terus meningkat, agar semua bisa kembali normal.

“Mudah-mudahan, tingkat kesembuhan COVID-19 di Kota Sorong bertambah terus. Sehingga kita punya suatu harapan, Kota Sorong kembali ke titik nol,” harapnya.

Fasilitas Kesehatan dan Tenaga Kesehatan Tetap Siaga

Meskipun demikian, Lambert tetap memastikan semua fasilitas kesehatan, baik rumah sakit, puskesmas maupun tenaga medis tetap siap siaga. Hal ini juga adalah betuk antispasi jika memang terjadi lonjakan kasus menyusul arus balik pasca-mudik Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga : Dua Menteri Absen Rapat, Pansus RUU Otsus Papua Mengadu ke Istana

Dan ia juga mengatakan rumah sakit di Kota Sorong tetap memiliki ruang untuk penanganan pasien Covid-19. Serta Para dokter dan tenaga kesehatan yang lain juga tetap siaga menangani kasus penularan virus Covid-19.

“Rumah Sakit di Kota Sorong punya ruang untuk penanganan pasien Covid-19. Jika ada pasien Covid-19 tetap dilakukan penanganan oleh tim medis,” katanya.

Lambert juga mengingatkan kembali seluruh warganya untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan Covid-19. Dan ia juga mengingatkan untuk terus berdoa juga kepada Tuhan agar bisa terhindar dari pandemi terus melanda saat ini.

“Segala sesuatu ini adanya dari Tuhan. Kita manusia hanya bisa berdoa dan berdoa, supaya Tuhan bisa hindari itu semua dari kita yang ada di Kota Sorong,” tandasnya.