Pemerintah Papua akan Izinkan Transportasi Beroperasi
beritapapua.id - Pemerintah Papua akan Izinkan Transportasi Beroperasi - Tribun Papua

Pemerintah Provinsi Papua akan izinkan aktivitas transportasi udara dan laut keluar mulai 5 Juni sampai dengan 19 Juni 2020. Izin ini diberikan bagi warga yang ingin melakukan perjalan keluar Papua. Namun, mereka harus tetap mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah, seperti salah satunya melakukan swab tes covid-19.

Dinas Perhubungan Provinsi Papua yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan Papua, Recky Ambrauw menyampaikan bahwa transportasi umum baik itu laut maupun udara akan mulai beroperasi kembali mulai 8 dan 10 Juni 2020. Dimana kapal laut dibuka 8 Juni, sementara untuk penerbangan dibuka pada 10 Juni. Namun, dibukanya kembali semua sarana transportasi akan tetap mengacu pada protokol kesehatan yang ada. Selain membuka jalur transportasi laut dan udara, pembatasan waktu aktivitas masyarakat yang sebelumnya dari pukul 06.00 hingga 14.00 kembali seperti semula, yakni 06.00 hingga 18.00.

Terkait pengoperasian ini, dijelaskan bahwa meskipun moda transportasi umum sudah mulai dioperasikan. Namun untuk kapal laut hanya diperbolehkan mengangkut 50 persen penumpang. Nantinya pada tanggal 8 Juni KM Ciremai akan masuk Pelabuhan Jayapura, tapi bagi penumpang yang ingin menggunakan jasa transportasi ini wajib menjalani protokol kesehatan, diantaranya dengan tetap menjaga jarak.

Baca Juga: Masyarakat Papua Butuh Fasilitas dan Tenaga Kesehatan

Pembatasan Transportasi Udara di Provinsi Papua

Sementara untuk penerbangan hanya diberikan waktu 1 kali penerbangan sehari. Dari 5 maskapai yang ada hanya bisa beroperasi 1 penerbangan dalam satu pekan. Selain itu untuk penerbangan sesuai kesepakatan hanya melayani penumpang langsung Jayapura-Jakarta dan sebaliknya untuk penumpang transit belum dapat layani dan hanya boleh membawa penumpang sebanyak 50 persen.

Pembatasan transportasi udara masih berlaku untuk penerbangan antar wilayah di Provinsi Papua. Lebih lanjut terkait  aturan teknisnya akan diatur lebih lanjut dengan melibatkan instansi terkait, termasuk operator penerbangan terkait mekanis di lapangan.

Terkait dengan syarat kesehatan calon penumpang harus mengantongi hasil PCR negative atau Rapid Tes Non Reaktif. Syarat ini belum bisa dijelaskan secara terperinci. Ketentuannya nanti akan dijelaskan dalam bentuk aturan yang akan dikoordinasikan dengan semua operator penerbangan di Jayapura termasuk, Dinas Kesehatan, KKP, dan Angkasa Pura I.

Persyaratan Teknis di Bandara Khusus Jayapura

Harold Pical, Kepala Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Jayapura, mengatakan ada persyaratan teknis bagi orang yang ingin melakukan keberangkatan dari Bandara khusus Jayapura dalam masa pendemi Covid-19. Orang tersebut wajib mengantongi izin dari pihaknya berupa hasil pemeriksaan Covid-19. Dimana Surat ini nantinya akan diperoleh setelah calon penumpang melakukan pemeriksaan kesehatan dari fasilitas kesehatan atau klinik kesehatan pemerintah maupun non pemerintah. Calon penumpang yang telah melakukan rapid test harus segera membawa hasil pemeriksaan tersebut ke kantor Karantina Kesehatan. Hal ini dilakukan agar surat izin kesehatan dapat dikeluarkan.

Jika surat ada, barulah calon penumpang dapat diberangkatkan dengan catatan 3 hari untuk masa berlaku Rapid Test dan 7 hari untuk masa berlaku PCR. Selain itu calon penumpang wajib meng-input kartu elektronik Health Alert Card (HAC). Hal ini bertujuan untuk menggambarkan penumpang saat hendak naik pesawat atau saat check-in hingga tiba di landasan, tibanya dalam kondisi sehat.

Klemen Tinal, Wakil Gubernur Papua, mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memberlakukan kebijakan new normal, tetapi menerapkan relaksasi kontekstual sesuai dengan kondisi di Papua. Warga dipersilakan beraktivitas seperti biasa dengan tetap menjaga kesehatan dan memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Wagub menambahkan kebijakan relaksasi berlaku untuk 14 kabupaten/kota yang masuk dalam zona merah. Sedangkan bagi daerah yang zona kuning diizinkan melakukan aktivitas seperti biasa, namun tetap harus melakukan pencegahan.