Pemerintah Papua Keluarkan Surat Edaran Sholat Ied
beritapapua.id - Pemerintah Papua Keluarkan Surat Edaran Sholat Ied - Dekade Pos

Pemerintah Papua Keluarkan Surat Edaran Sholat Ied – Bupati Teluk Bintuni akan mengeluarkan surat edaran sesuai hasil rapat koordinasi yang digelar, Senin (18/5/2020) di Sekretariat Satgas Covid-19 Teluk Bintuni. Rapat koordinasi tersebut membahas pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1441 H di Kabupaten teluk Bintuni.

Dalam rapat tersebut, hadir pula Pemerintah kabupaten Teluk Bintuni, Satgas Covid-19, Forkopimda, Kementrian Agama Teluk Bintuni, Majelis Ulama Bintuni (MUI), Majelis Muslim Papua, FKUB Teluk Bintuni, Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan beberapa tokoh masyarakat muslim Teluk Bintuni.

Baca Juga: Kebijakan Pemerintah Terkait Insentif PPh

Sinyal Waspada

Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw mengatakan angka 22 adalah sinyal untuk waspada. “Saya selaku Bupati di Kabupaten ini, saya sangat betanggung jawab dan saya tidak mau jika ada masyarakat saya yang meninggal karena virus ini, maka dari itu aturan-aturan yang ada di pusat, provinsi, dan daerah harus kita patuhi, agar kita selaras,” tegas bupati.

Karena itu ia meminta dengan hormat setelah mendengar semua masukan-masukan dan melihat beberapa perkembangan yang ada. Maka akan ditetapkan apa yang sudah ditetapkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), untuk tidak melaksanakan Sholat Idul Fitri di masjid atau lapangan bersama-sama, melainkan melaksanankannya di rumah masing-masing. “Saya berharap mudah-mudahan dengan kebijakan dan aturan ini, tidak mencederai umat Muslim yang ada di kabupaten tercinta ini. Sekali lagi saya minta maaf, karena ini murni kemanusiaan untuk kita semua agar terhindar dari penyebaran virus ini,” tutup Bupati.

Hal ini tentu saja merupakan keputusan yang telah dipikirkan secara bersama-sama dan dengan segala pertimbangan mengutamakan Kesehatan dan keselamatan banyak orang. Demi memutus penyebaran, dan meminimalkan segala peluang agar virus ini tidak menginfeksi lebih banyak orang lagi.

Sementara ini hingga 17 Mei 2020 telah ada 21 pasien yang terkonfirmasi positif. Pasien ini memiliki kontak erat dengan pasien konfirmasi positif ke 14. Pasien konfirmasi positif ke-21 telah menjalani isolasi mandiri di rumah sejak tanggal 30 April 2020. Pasien juga dipantau gejalanya setiap hari oleh Puskesmas Bintuni dan diberikan multivitamin dan juga obat-obatan. Pasien akan menjalani rawat inap di RSUD Bintuni mulai tanggal 17 Mei 2020.