Pemerintah Pastikan Biaya Test Usap Tidak Bebani Masyarakat
Beritapapua.id - Pemerintah Pastikan Biaya Test Usap Tidak Bebani Masyarakat - Media Indonesia

Pemerintah Pastikan Biaya Test Usap Tidak Bebani Masyarakat – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memastikan, biaya tes usap nantinya tidak akan membebani masyarakat yang hendak melakukannya secara mandiri.

“Harga swab berkisar antara Rp 439.000- Rp 797.000 ribu masih dikaji terus oleh pemerintah, karena kita ingin memastikan bahwa harga swab tersebut betul-betul dapat terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkan,” kata Wiku, melalui keterangan pers lewat kanal Youtube Sekretariat Presiden (1/10).

Wiku mengatakan bahwa nantinya pemerintah akan menyesuaikan harga dengan pihak penyelenggara tes, dalam hal ini pihak swasta.

Menurut Wiku, masing-masing penyelenggara tes memiliki peralatan dan perlengkapan yang berbeda, sehingga harganya pun bervariatif. Namun pemerintah akan mencari jalan tengah sehingga ketentuan harga tes usap tidak akan memberatkan masyarakat sekaligus merugikan pihak penyelenggara.

“Bahwa penyelenggara tes tersebut juga bervariasi dan memang sesuai dengan biaya yang mereka keluarkan dan tentunya pasti mengambil untung harus dilakukan. Tapi dalam jumlah yang terbatas karena ini adalah masalah pandemi. Sehingga toleransi secara keseluruhan nanti akan kami umumkan kepada publik setelah semua kajian tersebut selesai,” lanjut Wiku.

Sebelumnya, Ketua DPR RI, Puan Maharani juga meminta pemerintah untuk mengatur standar harga tes usap.

“Mengimbau pada pemerintah agar pelaksanaan tes swab harganya bisa diturunkan, ada standardisasi harga. Walau disesuaikan dengan tempat atau provinsi/kabupaten tertentu, kalau harganya diturunkan, ini akan mendorong masyarakat melakukan tes swab secara mandiri,” kata Puan, pada Selasa (29/9) lalu.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Sorong Menyediakan Layanan Daring

Pernyataan Ketua Satgas Soal Biaya Test Usap

Senada dengan Wiku, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, standar biaya tes usap masih dalam pembahasan. Ia juga mengatakan bahwa pemerintah berusaha menetapkan harga yang sesuai bagi semua pihak.

“Kami akan berusaha untuk menemukan sebuah format harga yang relatif bisa diterima semua pihak, baik oleh swasta. Demikian juga untuk laboratorium yang lebih kepada kepentingan sosial,” sambung Doni.

Doni mengatakan bahwa mahalnya harga tes usap saat ini, dikarenakan beberapa bahan baku untuk tes tersebut harus diimpor. Seperti reagen, yang merupakan bahan kimia untuk pengetesan covid-19 yang berbentuk larutan anorganik yang pembuatannya sesuai dengan genom virus corona. Doni mengatakan bahwa Indonesia memiliki jumlah reagen yang terbatas.