Pemerintah Perpanjang Pembebasan PPh Bagi Nakes Sampai 30 Juni 2022
beritapapua.id - Ilustrasi tenaga kesehatan. (Foto: Antara)

Pemberian fasilitas insentif pajak diperpanjang oleh pihak pemerintah terhadap barang-barang yang dituju untuk penanganan pandemi Covid-19 dan segala fasilitas pajak penghasilan (PPh) yang akan diberikan kepada tenaga kesehatan sampai dengan akhir waktu Juni 2022.

Perpanjangan insentif ini diberikan karena pemerintah memahami bahwa penyebaran Covid-19 sebagai bencana nasional belum berakhir sepenuhnya, bahkan kasus varian Omicron jumlahnya semakin bertambah di Indonesia.

Baca Juga: Kapolda Papua Barat Tinjau Vaksinasi Massal di Kampung Bugis

“Perpanjangan insentif ini diberikan karena pemerintah memahami bahwa penyebaran Covid-19 sebagai bencana nasional belum berakhir sepenuhnya. Bahkan kasus varian omicron jumlahnya semakin bertambah di Indonesia, sehingga perlu diatur kembali insentif pajak terhadap barang yang diperlukan untuk penanganan pandemi dan fasilitas PPh bagi nakes (tenaga kesehatan),” ungkap Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Neilmaldrin Noor, Rabu (12/1).

  1. Pihak tertentu meliputi badan/instansi pemerintah, rumah sakit, dan pihak lain yaitu pihak yang memberikan sumbangan Barang Kena Pajak (BKP) yang diperlukan dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 atas impor atau perolehan BKP.
  2. Industri farmasi produksi vaksin dan atau obat atas pembelian bahan baku vaksin dan/atau obat untuk penanganan Covid-19.
  3. Pihak ketiga yaitu pihak yang bertransaksi dengan badan/instansi pemerintah, rumah sakit, dan pihak lain untuk penanganan pandemi covid-19 yang melakukan penjualan barang yang diperlukan dalam penanganan pandemi kepada pihak tertentu.

Artinya tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat serta tenaga pendukung kesehatan seperti tenaga kebersihan, tenaga pengemudi ambulans, dan tenaga pemulasaran jenazah, yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan untuk penanganan Covid-19 dan mendapatkan honorarium atau imbalan lainnya, dapat menerima penghasilan tambahan tersebut secara penuh karena dikenai PPh 0%.