Pemerintah Putuskan Tidak Memulangkan WNI Eks ISIS
Beritapapua.id - Pemerintah Putuskan Tidak Memulangkan WNI Eks ISIS - Tempo.co

Kantor Staf Kepresidenan mengatakan bahwa pemerintah akan tetap mengumpulkan data para Warga Negara Indonesia (WNI) eks Islamic State of Iraq Syria (ISIS). Namun WNI eks ISIS akan terus tetap diawasi oleh pemerintah guna memastikan mereka bukan ancaman terhadap keamanan nasional. Pengumpulan data tersebut juga bertujuan untuk mengawasi WNI eks ISIS orang atau kelompok mereka di Indonesia.

Pemerintah telah mengeluarkan keputusannya untuk tidak memulangkan WNI eks ISIS berdasarkan pertimbangan keamanan bagi penduduk di Indonesia. Keputusan tersebut diputuskan dalam rapat kabinet yang digelar tertutup oleh Presiden Joko Widodo, dan sejumlah kementrian di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Pemulangan WNI menjadi perdebatan, sebelumnya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan menolak tegas rencana pemerintah untuk memulangkan mantan kombatan ISIS. Ketua Umum Said Aqil Siradj menyebutkan tindakan WNI yang bergabung dengan ISIS telah bertentangan dengan Pancasila.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Hak Asasi Manusia (Menko Polhukam) Prof. Dr.Mohammad Mahfud MD., S.H., mengatakan bahwa “Pemerintah tidak ada rencana memulangkan teroris, bakan tidak akan memulangkan foreign terrorist fighter (ftf) ke Indonesia, pemerintah harus memberi rasa aman dari ancaman teroris dan virus-virus terhadap 267 juta rakyat Indonesia. Karena jika FTF ini pulang bisa jadi virus baru yang membuat rakyat 267 juta tidak aman” dikutip dari Tempo.co.

Baca Juga: Pola Pergerakan Hiu Paus di Perairan Papua

Pemerintah Pertimbangkan Pemulangan Anak WNI Eks ISIS

Walaupun pemerintah telah memutuskan untuk tidak memulangkan WNI eks ISIS namun untuk anak-anak pemulangannya masih menjadi pertimbangan. Pemulangan tersebut akan dipertimbangkan secara per kasus. Artinya anak-anak yang pernah terlibat latihan senjata atau mendapat paparan ISIS, maka tidak akan dipulangkan.

Mahfud MD mengaku belum tahu jumlah anak-anak WNI eks ISIS. Namun, didapat dari data CIA, terdapat total keseluruhan 689 WNI eks ISIS yang tersebar disejumlah negara, seperti Suriah dan Turki. Jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya 660 WNI, yang mana dari data tersebut 228 memiliki identitas dan teridentifikasi. Sedangkan 401 sisanya tidak teridentifikasi.

Apapun keputusan dari pemerintah, pasti ada pertimbangan besar, dan hal-hal yang dikorbankan, semoga saja kedepannya tidak ada lagi kasus WNI yang menjadi TFT, semoga Indonesia selalu diberikan keamanan didalam negeri dan jauh dari peperangan.