Pemkab Jayawijaya Akan Rekrut Ratusan Guru Asli Jayawijaya Untuk Bantu Pelajaran Bahasa Ibu
beritapapua.id - Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Jayawijaya, Bambang Budiandoyo. (Foto: Papuainside)

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya saat ini tengah merekrut ratusan tenaga guru khusus anak asli daerah Jayawijaya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Jayawijaya Bambang Budiandoyo mengatakan bahwa saat ini pemerintah daerah sudah menginstruksikan untuk merekrut guru-guru lokal. Nantinya akan ada 150 yang akan ikut membantu para guru yang ada dalam memandu mata pelajaran bahasa ibu di satuan pendidikan agar lebih efektif.

“Pemerintah daerah telah menginstruksikan rekrutmen guru-guru lokal sebanyak 150 orang, sudah masuk finalisasi. Setelah kita verifikasi akhir akan kita umumkan,” ujarnya.

Saat ini pemerintah daerah Jayawijaya melalui dinas pendidikan tengah mempersiapkan kurikulum mata pelajaran bahasa daerah. Nantinya untuk membuat kurikulum mata pelajaran bahasa daerah ini akan melibat tokoh-tokoh  kompeten dalam bahasa lokal.

Jadi pada tahun ajaran baru 2022-2023 bisa dikeluarkan peraturan daerah atau peraturan bupati terkait implementasi bahasa daerah di satuan pendidikan.

Ia berharap bahwa 150 guru-guru OAP yang  dari Jayawijaya ini bisa membantu dan memberi pembelajaran bahasa lokal dengan baik.

“Berharap 150 guru-guru OAP yang berasal dari kabupaten Jayawijaya seluruhnya ini bisa memfasilitasi untuk memandu pembelajaran bahasa lokal,” katanya.

Keterlibatan Tokoh-tokoh Yang Berkompeten

Bambang mengakui bahwa hal ini memang merupakan tahap awal, namun diharapkan dengan adanya dukungan kurikulum yang baru di wilayah tersebut bisa mendukung mata pelajaran bahasa lokal. Terlebih pembuatan kurikulum baru ini nantinya akan mengajak tokoh-tokoh lokal yang sudah berkompeten.

Baca Juga: Vladimir Putin: Bayar dengan Rubel atau Pasokan Gas Dihentikan

Ia juga berharap adanya pembelajaran dengan muatan lokal yang isinya bahasa lokal Jayawijaya bisa membuat proses belajar mengajar berjalan baik.

Bambang juga menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi yang terlaksana pada setiap tahun. Hal ini untuk melihat efektifitas dan perubahan yang ada saat proses pembelajaran.

“Untuk kelas awal PAUD, SD, dan SMP. Kita akan evaluasi setiap tahun karena bahasa juga dinamis kita akan laksanakan sesuai kewenangan daerah yaitu semua jenjang yang ada di kabupaten Jayawijaya,” pungkasnya. 

Menurutnya dengan bahasa lokal masuk dalam mata pembelajaran di sekolah, ini akan membuat bahasa lokal tetap lestari dan tidak hilang.