Pemkab Jayawijaya Tutup Sementara Akses Menuju Bandara Wamena
beritapapua.id - Rapat Forkopimda Kabupaten Jayawijaya pada Kamis (8/7/2021). (foto : jubi)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya akan menutup sementara semua pesawat angkutan penumpang dari dan menuju Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua, mulai 12 – 26 Juli 2021. Kebijakan itu Pemkab Jayawijaya terapkan untuk mengendalikan lonjakan kasus positif COVID-19 di Jayawijaya.

Penutupan angkutan penumpang dari dan ke Bandara Wamena itu diputuskan dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Jayawijaya bersama Satuan Tugas COVID-19 Jayawijaya dan Unit Penyelenggaran Bandar Udara (UPBU) Kelas I Wamena pada Kamis (8/7/2021). Langkah itu diambil karena banyak penumpang pesawat yang tiba di Wamena kedapatan positif COVID-19.

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua menyatakan pos pemeriksaaan antigen COVID-19 di terminal kedatangan Bandara Wamena telah dibuka sejak bulan lalu. Semenjak pos pemeriksaan dibuka, 90 kasus positif COVID-19 telah ditemukan. Di sisi lain, tiga tempat isolasi terpusat yang dibuka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya di Wamena dalam keadaan penuh, karena masih mengisolasi 152 orang positif COVID-19.

“Sejumlah tiga tempat karantina yang disiapkan saat ini sudah terisi penuh. Kesepakatan kami, kami akan tutup penerbangan penumpang selama dua minggu,” kata Banua kepada wartawan di Wamena, Kamis.

Banua menyatakan semua penerbangan angkutan barang/kargo tetap dapat beroperasi dan akan tetapi dilayani di Bandara Wamena. Dengan demikian, pasokan barang ke Wamena tidak akan terganggu.

Pemkab Jayawijaya : Penutupan Akses dibarengi dengan PPKM

Ia menyatakan penghentian penerbangan angkutan penumpang itu juga akan dibarengi dengan penerapatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Jayawijaya. Pemerintah daerah berpatroli di lokasi yang rawat penularan COVID-19, dan melakukan pemeriksaan cepat antigen secara acak.

Semua rumah ibadah diimbau tidak menggelar ibadah bersama mulai 12 – 26 Juli 2021. Ibadah Sholat Idul Adha bersama-sama pada 20 Juli 2021 juga ditiadakan. Umat diimbau untuk beribadah di rumah masing-masing. Selain itu, rencana untuk membuka sekolah dan pembelajaran tatap muka pada 12 Juli 2021 juga ditunda.

Baca Juga : Yunus Wonda : Jika Otsus Untuk OAP, Maka Dengarlah Aspirasi Mereka

“Untuk belajar tatap muka kita pending dulu. Untuk ibadah Sholat Idul Adha, umat muslim diimbau beribadah di rumah masing-masing, begitu ibadah di gereja, ditutup sementar. Penutupan tempat ibadah itu karena adanya temuan tiga klaster penularan di gereja, yang mengakibatkan sejumlah jemaat terkonfirmasi positif COVID-19,” kata Banua.

Kepala UPBU Kelas I Wamena, Faisal Marasabessy mengaku pihaknya menunggu surat resmi Bupati Jayawijaya untuk menutup layanan bagi pesawat penumpang dari dan ke Bandara Wamena.

“Jika suratnya sudah ada, akan kami komunikasikan kepada seluruh maskapai yang ada. Aktivitas penerbangan kargo tetap buka seperti biasa,” kata Marasabessy.

Komandan Distrik Militer 1702/Jayawijaya, Letkol Inf Arif Budi Situmeang mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya menutup sementara angkutan penumpang pesawat dari dan ke Wamena itu. Situmeang menyatakan pihaknya juga akan mendukung patroli dan pemeriksaan yang akan digelar selama masa pembatasan.