Pemkab Manokwari Melarang Pengiriman Unggas Dari Luar Papua
Beritapapua.id - Pemkab Manokwari Melarang Pengiriman Unggas Dari Luar Papua - IJN News

Pemkab Manokwari Melarang Pengiriman Unggas Dari Luar Papua –¬†Pemerintah Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat melarang adanya aktivitas pengiriman unggas dewasa dari luar Papua ke daerah tersebut. Guna mencegah penularan virus flu burung atau avian influenza (AI).

Larangan itu berlaku untuk pengiriman unggas dewasa dari luar wilayah Papua. Pengiriman unggas dari daerah-daerah di Papua dan Papua Barat masih diperbolehkan. Namun, harus memiliki dokumen karantina dari daerah asal.

Mengutip dari Antara, Koordinator Fungsional Karantina Hewan Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Manokwari Drh. Yuni Sulistyowati, menjelaskan bahwa larangan itu sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Manokwari Nomor: 5 Tahun 2005.

Yang mana unggas hidup yang bisa masuk hanya dalam bentuk DOC untuk ayam, DOD bebek, dan DOQ puyuh. Karena berasal dari pabrik yang sudah melalui proses survei terhadap penyakit AI. Adapun untuk telur ayam dan ayam potong beku untuk konsumsi masih diperbolehkan. Sedangkan untuk daging beku harus ada dokumen karantina dari daerah asal.

Baca Juga: Habib Rizieq Ternyata Dideportasi Dari Arab Saudi

Sering Terjadi Pengiriman Unggas Dari Luar Daerah

Pemkab Manokwari Melarang Pengiriman Unggas Dari Luar Papua
Beritapapua.id – Pemkab Manokwari Melarang Pengiriman Unggas Dari Luar Papua – Kongkrit

Yuni lebih lanjut mengungkapkan bahwa pengiriman unggas dewasa dari luar daerah ke Manokwari selama ini masih sering terjadi. Sejak Januari 2020 hingga saat ini, sudah terdapat 11 kasus.

“Rata pengiriman dilakukan dari Makassar berupa ayam dewasa, ada juga dari Bitung. Pengiriman dilakukan melalui jalur laut. Ayam dikirim dari Makassar melalui kapal KM Labobar, sedangkan produk olahan dari Surabaya dibawa melalui KM Gunung Dempo. Kalau ayam sudah jelas, kami mengacu pada SK Bupati Nomor 5 Tahun 2005,” lanjutnya.

Selanjutnya Yuni juga menyebutkan bahwa SKP Kelas II Manokwari pada hari Jumat (6/11/2020) melakukan pemusnahan barang bukti berupa dua ekor ayam hidup serta 63,5 kg produk daging sapi serta ayam olahan. Untuk daging olahan yang pemiliknya tidak memiliki sertifikat karantina dari daerah asal disita dan dimusnahkan.

Yang mana barang bukti tersebut milik perseorangan. Terhadap kasus ini, pihaknya hanya memberikan pembinaan. Yuni juga menambahkan bahwa jika ada pelaku yang berulang kali melakukan pelanggaran tersebut, maka akan diproses lebih lanjut.