Pemkab Mimika Papua Berlakukan Harga Baru Tes PCR Rp525 Ribu
beritapapua.id - Direktur RSUD Mimika dr Antonius Pasulu. (foto : antara)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua, memberlakukan tarif baru pemeriksaan PCR COVID-19 bagi para pelaku perjalanan keluar daerah sebesar Rp525.000. Pemberlakuan tarif baru tersebut telah berlaku sejak Rabu, 18 Agustus kemarin.

“Tarif baru tes PCR bagi pelaku perjalanan sebesar Rp525.000 sebagaimana Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor: HK.02.02/I/2845/2021 akan diberlakukan mulai Rabu, 18 Agustus 2021,” ujar Direktur RSUD Mimika dr Antonius Pasulu.

Sebelumnya tarif pemeriksaan PCR bagi para pelaku perjalanan sebesar Rp900 ribu sesuai surat edaran sebelumnya dari Kemenkes.

Antonius menjelaskan bahwa tarif sebesar Rp900 ribu tersebut hanya untuk para pelaku perjalanan. Sedangkan bagi pasien COVID-19 sama sekali tidak akan terkena bayaran sepeserpun.

“Dari dulu untuk pasien tetap gratis sampai sekarang,” ujar Antonius.

Menurutnya, komponen yang memicu mahalnya biaya pemeriksaan PCR yaitu harga reagennya. Karena untuk ukuran 1 kit saja itubisa membutuhkan biaya yang tidak murah yaitu sebesar Rp70 juta.

“Ukuran 1 kit itu untuk satu kali running sebanyak 96 sampel. Itu sudah dengan dua kontrol,” jelasnya.

Biaya Pemeriksaan PCR di Timika

Antonius juga merincikan biaya pemeriksaan PCR di Timika untuk satu kali pemeriksaan PCR bisa mencapai Rp1,3 juta sampai Rp1,4 juta.

“Kami menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk satu kali pemeriksaan PCR mulai dari reagen, bahan habis pakai, tenaga medis, listrik dan lain-lain kalau di Timika mencapai Rp1,3 juta sampai Rp1,4 juta,” ujar Antonius.

Baca Juga : Bupati Mimika Ajak Warga Vaksinasi Covid-19

Ia menjelaskan bahwa biaya PCR pelaku perjalan yang ada selama ini yaitu sebesar Rp900 ribu, telah mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Dan saat ini biaya untuk pemeriksaan turun menjadi Rp525 ribu. Dan ia menjelaskan bahwa pemerintah akan mensubsidi lebih besar lagi.

“Sekarang tarifnya diturunkan menjadi Rp525 ribu berarti subsidi dari pemerintah akan lebih besar lagi. Kami belum tahu ke depan subsidinya apakah dalam bentuk reagen atau seperti apa, kami belum mendapatkan arahan lebih lanjut,” kata Antonius.

Untuk wilayah Mimika sendiri terdapat tiga mesin PCR untuk penetapan kasus COVID-19 yaitu milik RSUD Mimika, PT Freeport Indonesia yang berada di Klinik Kuala Kencana dan milik Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika.