Pemkab Teluk Wondama Gelar Pertemuan Dengan Masyarakat
Pemkab Teluk Wondama gelar pertemuan dengan masyarakat (foto : istimewa)

Pembangunan Bandar Udara Domine mulai pada 2022, akhirnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat melakukan pertemuan dengan masyarakat. Hal tersebut dalam rangka proses pengadaan tanah guna pembangunan Bandar Udara Domine I.S. Kijne.

Pejabat Bupati Teluk Wondama Eduard Nunaki juga menyampaikan, bahwa akan mulai melakukan pembangunan bandara pada 2022 mendatang. Hal itu ia sampaikan pada, Sabtu 01/5/2021.

Ia juga mengatakan proses pengadaan lahan sedang berlangsung. Dan masyarakat sebagai pemilik tanah telah sepakat melepaskan lahan seluas 280 hektare untuk pembangunan bandara tersebut.

Dalam ganti untung tanah milik masyarakat, ia mengatakan yang melakukannya adalah panitia pengadaan tanah setelah. Ganti untung juga akan keluarkan setelah melakukan penilaian oleh tim penilai (appraisal) sesuai aturan yang berlaku.

Ganti Untung Tanah Pembangunan Bandara Sesuai Prosedur

Sementara itu, Tenaga Ahli Gubernur Papua Barat Nicolas Wanenda, mengharapkan proses ganti untung tanah pembangunan bandara sesuai prosedur. Karena menurutnya ini untuk kepentingan umum, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

Ia menegaskan besaran ganti untung tanah dan tanaman milik masyarakat akan sesuai berdasarkan hasil penilaian tim penilai tanah independen (appraisal) dengan menggunakan nilai penggantian wajar (NPW).

Baca Juga : DPRD Minta Poltekbang Jayapura Rekrut Lebik Banyak Siswa Asli Papua

Dalam hal ia juga menambahkan, bahwa ganti untung ini bukan mengacu pada peraturan daerah, perarutan bupati, maupun nilal jual objek pajak yang berlaku di Wondama.

Tapi ia lebih kepada, nilai untuk kepentingan pemilik yang berdasarkan kepada kesetaraan dengan harga pasar. Dan hal itu dengan memperhatikan unsur luar biasa berupa kerugian nonfisik yang akibat dari pengambilan hak atas properti tersebut.

Dengan aturan yang ada, tambahnya, pembayaran tanah tidak akan merugikan masyarakat. Penggantian yang wajar diharapkan oleh Presiden yang disebut ganti untung, agar tidak merugikan masyarakat dalam pembangunan di daerah.

Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Teluk Wondama Jack Ayamiseba mengatakan pemkab akan melakukan upaya secara maksimal agar pembangunan Bandara I.S, Kijne bisa berjalan tahun depan.

Kesepakatan pelepasan tanah oleh masyarakat pemilik hak ulayat, diharapkan menjadi langkah maju yang positif sehingga pembangunan bandara yang tertunda sejak 2018 bisa segera terealisasi.

ā€œPemkab mendukung pelaksanaan penuh pembangunan bandara sebab pembangunan bandara baru Teluk Wondama di Mawoi merupakan perintah langsung dari Presiden Joko Widodo sewaktu mengunjungi Wondama untuk meresmikan Pelabuhan Wasior pada 2016,” kata dia