Pemkab Teluk Wondama Menetapkan Lima Sektor Pembangunan
Masyarakat Distrik Roon, Teluk Wondama (foto : jubi.co.id)

Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat terus meningkatkan pembangunan sektor pariwisata. Kerena sektor pariwisata merupakan sektor unggulan bagi pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Namun selain meningkatkan pembangunan sektor pariwisata ada juga hal yang yang akan menjadi fokus Pemkab Teluk Wondama.

Karena Pemkab Teluk Wondama, pada tahun 2022 akan berfokus meningkatkan pembangunan pada beberapa sektor.

Untuk itu Pemkab Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat menetapkan lima sektor menjadi program pokok sebagai arah kebijakan pembangunan daerah pada tahun 2022.

Pariwisata dan perikanan masih menjadi sektor tumpuan untuk membangkitkan perekonomian daerah berjuluk Tanah Peradaban Orang Papua ini.

Sekretaris Bappeda kabupaten Teluk Wondama, Edi Numanderi, pada Jumat lalu mengatakan bahwa kelima sektor program pokok tersebut adalah pertama pemerataan pembangunan ekonomi melalui pembangunan pariwisata dan perikanan.

Kedua yakni pemerataan pendapatan dan ketahanan pangan, ketiga penguatan kapasitas kesehatan, keempat peningkatan kualitas pendidikan, dan kelima pengurangan ketimpangan wilayah.

Menurutnya, kelima sektor strategis tersebut sektor pariwisata dan perikanan tetap menjadi sektor unggulan dalam peningkatan ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah.

Pemkab Teluk Wondama Target Kenaikan Kontribusi Sektor Pariwisata

Dengan arah kebijakan seperti itu, ia menuturkan bahwa target terjadi peningkatan kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah dari 0,80 persen pada tahun 2020 menjadi 2,00 persen pada tahun 2022.

Oleh sebab itu ia juga mengatakan, bahwa target kontribusi sektor perikanan naik pada tahun depan.

Baca Juga : Kabinda Papua Gugur Saat Baku Tembak Dengan KKB

“Kontribusi sektor perikanan juga ditargetkan naik dari 49,94 persen menjadi 53,43 persen pada tahun depan,” ujarnya.

Dalam ini untuk sektor pendidikan, mempunyai target rata-rata lama sekolah naik dari 6,98 tahun menjadi 7,10 tahun. Serta dalam bidang kesehatan juga memiliki target, yang mana angka harapan hidup meningkat dari 60,10 tahun pada 2020 menjadi 61,50 tahun di tahun depan.

Namun ia juga mengatakan bahwa tantang terberat adalah saat adanya pandemi sendiri saat ini. Karena hal itu berdampak pada pemotongan anggaran.

“Tetapi kita juga menghadapi tantangan pembangunan di tahun 2022 yaitu pandemic COVID-19 yang masih ada. Ini berdampak pada pemotongan anggaran untuk kegiatan-kegiatan tertentu. Juga kemiskinan kita yang masih tinggi dan pendapatan perkapita kita yang masih rendah yaitu 958,14,” katanya.