Pemkab Wondama Gratiskan Pemeriksaan Antigen Bagi Pelaku Pejalanan
Ilustrasi Rapid Test Antigen (foto : istimewa)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, memutuskan untuk memberikan pelayanan pemeriksaan antigen Covid-19 bagi pelaku perjalanan secara gratis.

Penjabat Bupati Teluk Wondama, Eduard Nunaki mengatakan tidak sepakat dengan pemberlakuan tarif pemeriksaan antigen Covid-19. Apalagi tarif yang berlaku cukup terbilang mahal yaitu Rp250 ribu per orang. Hal ini membuat Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama mengambil tindakan terkait dengan tarif antingen covid-19.

Pj Bupati sendiri langsung memerintahkan instansi terkait agar memberhentikan tarif antigen covid-19 dan memberikan pelayanan secara gratis. Untuk tarif antigen sendiri itu memang sudah berjalan sejak Februari 2021.

Baca Juga : Pemkot Sorong Menunda Relokasi Pedagang Pasar Boswesen

“Kami langsung memerintahkan instansi terkait agar tarif pemeriksaan antigen Covid-19 yang telah berjalan sejak Februari 2021 dihentikan dan pelayanan diberikan secara gratis,” ujarnya di Wasior, Rabu, (14/4/2021).

Bahwa sejak Februari 2021 Pemkab Teluk Wondama resmi memberlakukan tarif antigen covid-19. Untuk tarif Rp 250 ribu itu berlaku untuk pelaku perjalanan bagi PNS, pekerja swasta, dan juga bagi warga yang bukan KTP Wondama.

Sedangkan masyarakat umum yang memiliki KTP teluk Wondama terkena biaya tarif Rp100 ribu untuk sekali pengambilan sampel. Pemberlakuan tarif tersebut sudah ada dalam Peraturan Bupati.

Alasan Pemkab Teluk Wondama Mentiadakan Tarif Antigen Covid-19

Alasan tarif antigen covid-19 berhenti karena melihat situasi kondisi masyarakat yang memang sudah terbilang sulit karena pademi covid-19. Hal ini membuat PJ Bupati akhirnya memutuskan mentiadakan lagi biaya atau tarif antigen covid-19.

“Kondisi rakyat sedang susah karena pandemi COVID-19 sehingga aturan tersebut harus dihentikan dan jangan buat susah rakyat. Saya harap tidak ada bayaran untuk pemeriksaan antigen COVID-19,” ujarnya.

Nunaki memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk menindaklanjuti hal itu. Ia berharap segera melakukan pencabutan terkait ketentuan tentang tarif antigen covid-19.

Ia berpandangan bahwa menggratiskan biaya pemeriksaan antigen COVID-19 bagi masyarakat menjadi cara untuk mendorong warga lebih aktif dan berani memeriksakan status COVID-19.

Dengan begitu maka sampel pemeriksaan akan semakin banyak sehingga pelacakan terhadap penyebaran virus corona di daerah tersebut dapat diketahui pasti.

Ia juga menambahkan, dengan menggratiskan pemeriksaan antigen covid-19 itu akan membuat banyak orang yang akan melakukan pemeriksaan. Sehingga pencegahan penyebaran virus covid-19 menjadi secara maksimal.