Pemkot Jayapura Bentuk Posko PPKM di Lima Distrik
beritapapua.id - Wakil Walikota Jayapura Rustan Saru (tengah), bersama tim Satgas Covid Kota Jayapura (kiri). (foto : istimewa)

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Provinsi Papua akan membentuk posko Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM yang nantinya tersebut di lima distrik. Pembentukan posko tersebut juga adalah upaya dalam rangka memutus penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru mengatakan bahwa posko PPKM tersebut bertujuan untuk bisa mengawasi dan mengendalikan padatnya aktivitas masyarakat. Hal ini ia sampaikan saat meninjau posko PPKM di wilayah Entrop, Distrik Jayapura Selatan, pada Rabu (11/9/2021).

“Posko PPKM ini bertujuan untuk mengawasi dan mengendalikan padatnya aktivitas masyarakat terutama saat malam hari,” ujarnya.

Menurutnya, posko PPKM tersebut bisa mendisiplinkan warga yang masih membandel dan masih acuh dengan adanya Covid-19. Dan terutama bagi warga yang tidak memakai masker, berkeliaran, serta membuka usaha di luar jadwal yang sudah ditetapkan.

“Posko ini melibatkan unsur keamanan. Mereka bertugas memberikan imbauan sekaligus sosialisasi kepada warga untuk taat dan patuh terhadap protokol kesehata, supaya mencegah penyebaran Covid semakin meluas,” ujar Rustan.

Rustan berharap dukungan dari masyarakat untuk menyukseskan program dan kegiatan Pemkot Jayapura, sehingga penuntasan Covid-19 dapat terwujud.

“Ini untuk kebaikan kita semua. Patuh dan taat atas imbauan pemerintah. Jangan bandel supaya aktivitas dan kegiatan kita kembali normal tanpa ada gangguan wabah Covid ini,” ujar Rustan.

Kepolisian Siap Membantu Mendisiplikan Warga

Kepala Satuan Polisi Palong Praja, Muksin Ningkeula mengaku siap melakukan pendisiplinan kepada warga saat penerapan PPKM berlaku. Hal ini juga ia lakukan dalam upaya agar warga taat dan patuh terhadap imbauan serta protokol kesehatan di masa pandemi.

Baca Juga : Jelang PON XX Vaksinasi Warga Sekitar Venue Mencapai 40 Persen

“Kami selalu mengimbau warga agar memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Pelaku usaha seperti warung makan yang berjualan malam hari juga kami berikan teguran, bila melakukan aktivitas usaha di luar jam yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Ningkaula mengatakan Satpol PP Kota Jayapura hanya bertugas mendisiplinkan, sedangkan kepolisan akan bertugas untuk kebijakan penegakan hukum.

“Selama PPKM level 4 diberlakukan, aktivitas usaha yang ditutup sementara seperti tempat-tempat hiburan malam, kami terus melakukan pengawasan untuk mencegah penyebaran Covid,” ujar Ningkeula.