Pemkot Jayapura Siapkan Tempat Karantina Bagi Pasien Covid-19
beritapapua.id - Wali Kota Jayapura, Benhur Tommy Mano. (dok. Humas Kota Jayapura)

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura menyiapkan tempat karantina untuk pasien Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman). Tempat karantina itu untuk pasien gejala ringan hingga sedang.

Pemkot Jayapura mengambil langkah ini karena sebelumnya terpadat enam pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat menjalani isoman.

Menurut data tercatat ada enam pasien Covid-19 meninggal dunia di Kota Jayapura saat isoman sejak akhir Juni 2021.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tommy Mano segera bergerak cepat dengan menyiapkan tempat karantina bagi pasien Covid-19 untuk melakukan isoman.

Benhur Tommy Mano menjelaskan, Pemkot Jayapura telah menyiapkan tempat karantina bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang. Lokasi karantina itu berada di mess Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Papua.

“Pemkot Jayapura sudah menyiapkan tempat karantina di mes Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Papua bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang,” kata Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano, Minggu (25/7/2021).

Karena keterbatasan ruang banyak warga dengan gejala ringan memilih untuk melakukan isoman di rumah masing-masing. Namun Pemkot Jayapura tetap memberikan obat dan rapid antigen.

“Yang isolasi mandiri di rumah itu hanya yang gejala ringan. Kita memberikan mereka obat dan rapid antigen,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (23/7/2021).

Rumah Untuk Isoman Harus Memenuhi Syarat

Ia menegaskan Satgas Covid-19 akan memastikan bahwa rumah warga yang akan melakukan isoman di rumah tersebut sudah harus memenuhi syarat.

“Kami mau kalau boleh yang punya kamar dan kamar mandi sendiri bisa isolasi mandiri, tapi kami harapkan semua bisa masuk di LPMP,” kata dia.

Baca Juga : Pemakaman Jenazah Covid-19 di Jayapura Pakai Peti Mati Darurat

Mano juga mengaku tengah berusaha menambah kapasitas tempat karantina di LPMP Papua karena masih ada beberapa kamar yang belum disewakan.

“Kita masih melakukan pendekatan dengan Kepala LPMP agar kamar lain bisa kita pakai, sementara kamar yang sudah kami sewa telah penuh,” kata Mano.

Selain itu, Mano akan mendorong para petugas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di tingkat kelurahan untuk lebih berperan dalam memantau kondisi pasien Covid-19 yang melakukan isoman di rumahnya masing-masing.