Pemkot Sorong Berlakukan Peraturan Penanganan Covid-19
Beritapapua.id - Pemkot Sorong Berlakukan Peraturan Penanganan Covid-19 - Kompas

Pemkot Sorong Berlakukan Peraturan Penanganan Covid-19 – Pemerintah Kota Sorong memberlakukan kejibakan penegakan protokol kesehatan dengan menerbitkan Peraturan Wali Kota untuk melindungi masyarakat dari penyebaran virus Covid-19. Melalui surat edaran Wali Kota Sorong Nomor 443.1/594 Tahun 2020 tentang pembatasan aktivitas warga dan pelaku usaha yang berlaku merata pada seluruh wilayah.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Sorong, Ruddy R Laku, Kamis (22/10/2020) mengatakan surat edaran Wali Kota Sorong tidak memilah-milih wilayah dalam peraturan tersebut. Peraturan dalam surat edaran tersebut juga tidak mendiskriminasi suatu daerah tertentu. Surat edaran tersebut diperuntukan bagi semua masyarakat Kota Sorong. Jika terdapat kelonggaran peraturan di beberapa wilayah, pengawasannya yang harus lebih diperhatikan dan ditingkatkan.

Kebijakan tersebut mengatur terkait kebijakan jam malam. Rudy menjelaskan bahwa pemberlakuan jam malam ini menyusul belum ada penurunan kasus covid-19. Karena pada pukul 20.00 ke atas masih banyak orang berkumpul di ruang publik sehingga berpotensi terjadinya penularan Covid-19.

“Dalam surat edaran itu, seluruh aktivitas maupun kegiatan usaha selama masa pandemi covid-19 hanya diizinkan mulai pukul 05.00-20.00 WIT. Kami tidak membatasi kegiatan usaha-usaha tersebut. Silakan jika mau berjualan. Tapi sesuai dengan edaran Wali Kota, tutupnya unit usaha tersebut dibatasi hingga jam delapan malam. Hal ini dilakukan guna menghindari kerumunan massa di unit-unit usaha tertentu, untuk menekan penyebaran covid-19 di Kota Sorong,” kata Rudy.

Baca Juga: Mengenal Wanprestasi Dalam Suatu Perjanjian

Denda Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Pemkot Sorong Berlakukan Peraturan Penanganan Covid-19
Beritapapua.id – Pemkot Sorong Berlakukan Peraturan Penanganan Covid-19 – Antara

Lebih lanjut, Ruddy juga menambahkan bahwa ada denda bagi para pelanggar protokol kesehatan. Menurut Rudy, pembayaran denda oleh pelanggar protokol kesehatan telah mencapai Rp45.600.000 dan telah di setor ke kas daerah melalui Dinas Pendapat Daerah.

“Satpol PP, TNI serta Polri terus melakukan penegakan hukum bagi para pelanggar protokol kesehatan sesuai Peraturan Wali Kota Nomor 17 tahun 2020. Penegakan hukum ini sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran virus corona di daerah ini,” jelas Rudy.

Rudy mengatakan selama pemberlakuan penegakan aturan tersebut, terdapat 2.626 pelanggar yang tidak menggunakan masker pada tempat umum. Ada juga toko dan warung makan yang kedapatan mengabaikan protokol kesehatan sesuai ketentuan Peraturan Wali Kota Nomor 17 tahun 2020.

Sementara itu, bagi masyarakat dari luar kota Sorong yang menggunakan pesawat dan tidak ber-KTP Sorong, harus melakukan swab test terlebih dahulu. Sebagai bukti bahwa tidak membawa virus covid-19 saat memasuki Kota Sorong. Mengingat kasus infeksi virus umumnya berasal dari transmisi lokal.

Kota Sorong menjadi wilayah yang memiliki jumlah kasus Covid-19 tertinggi pada Provinsi Papua Barat. Kasus positif Covid-19 kota Sorong sudah mencapai 1.654 orang, dengan rincian sebanyak 1.359 orang sembuh dan sebanyak 27 orang meninggal dunia.