Pemprov DKI Cabut Izin Usaha Outlet Holywings di Jakarta
beritapapua.id - Kafe/restoran Holywings Tavern Kemang, Jakarta Selatan. (Foto: Instagram/holywingsgroup)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencabut izin Usaha untuk semua outlet Holywings yang ada di Jakarta. Pencabutan izin tersebut [dilakukan] oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta.

Pencabutan izin Usaha [dilakukan] berdasarkan rekomendasi dan temuan pelanggaran dari dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Provinsi DKI Jakarta. Secara keseluruhan ada total 12 outlet Holywings di Jakarta yang izinnya [dicabut].

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mencabut izin usaha seluruh outlet Holywings yang ada di Jakarta. Sesuai arahan Gubernur untuk bertindak tegas, sesuai ketentuan dan menjerakan, serta mendasarkan pada rekomendasi dan temuan dua OPD Pemprov DKI Jakarta, maka kami selaku Dinas PM-PTSP mencabut izin usaha 12 outlet Holywings di Jakarta sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta Benny Agus Chandra melalui keterangan tertulis yang tertera dari detik.com.

Alasan Pencabutan izin Usaha Holywings

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata menjelaskan, pihaknya telah melakukan peninjauan lapangan gabungan bersama unsur DPPKUKM, DPMPTSP dan Satpol PP. Dari peninjauan gabungan tersebut, [ditemukan] beberapa pelanggaran yang menjadi dasar rekomendasi pencabutan izin adalah karena belum adanya sertifikat jenis usaha bar yang terverifikasi.

Baca Juga: TNI Ikut Hadir Dalam Memusnahkan Minuman Keras di Kabupaten Boven Digoel

“Pertama, hasil penelitian dan pemeriksaan dokumen perizinan Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) serta pemantauan lapangan, beberapa outlet Holywings Group yang berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta terbukti [ditemukan] beberapa outlet Holywings belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha Bar yang telah terverifikasi,” kata Andika.

Di samping itu sertifikat standar KBLI 56301 merupakan Klasifikasi Baku Lingkungan Indonesia yang harus [dimiliki] oleh operasional usaha bar atau sebuah usaha yang kegiatannya menghidangkan minuman beralkohol dan non-alkohol serta makanan kecil untuk umum di tempat usahanya.

Selain itu juga [diketahui] bahwa Holywings Group juga melanggar beberapa ketentuan dari DPPKUKM Provinsi DKI Jakarta, terkait penjualan minuman beralkohol di 12 outlet Holywings Group di DKI Jakarta. Selanjutnya pelaku usaha hanya memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 47221 untuk pengecer minuman beralkohol, yang mana penjualan minuman beralkohol hanya boleh untuk [dibawa] pulang dan tidak untuk [diminum] di tempat.

12 outlet Holywings di Jakarta yang dicabut izin usahanya:

  1. Holywings yang berada di Kelurahan Tanjung Duren Utara,
  2. Holywings Kalideres,
  3. Holywings di Kelapa Gading Barat,
  4. Tiger
  5. Dragon
  6. Holywings PIK
  7. Holywings Reserve Senayan
  8. Holywings Epicentrum
  9. Holywings Mega Kuningan
  10. Garison
  11. Holywings Gunawarman, dan
  12. Vandetta Gatsu.