Pemprov Papua Berharap Program Kemitraan Untuk Pembangunan Bisa Terus Berlanjut
beritapapua.id - Sekda Papua, Doktor Mohammad Ridwan Rumasukun. (Foto: Tribunnews)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua berharap program-program kemitraan untuk pembangunan seperti Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan atau KOMPAK bisa terus berlanjut pada masa yang akan datang.

Hal tersebut Sekretaris Daerah Papua, Ridwan Rumasukun sampaikan selaku mewakili Gubernur Papua dalam webinar Forum Inspirasi Tanah Papua, Rabu (9/3/2022).

Rumasukun juga menyatakan Pemprov Papua sangat mendukung kegiatan pertukaran pengetahuan melalui forum inspirasi tanah Papua.

Sebab, pihaknya menyadari bahwa pengetahuan menjadi salah satu faktor pendukung yang memungkinkan pemerintah menemukan dan melaksanakan inovasi pembangunan.

“Informasi tentang praktik baik pelayanan dasar lewat program KOMPAK sudah teruji dan terbukti dapat dilaksanakan di Papua. [Hal itu] tentu akan menjadi informasi penting bagi kami dalam merencanakan program pembangunan,” ujarnya.

Menurutnya, Pemprov Papua sudah melaksanakan program “Bangga Papua”. Program itu merupakan program perlindungan sosial bagi anak-anak asli Papua.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini juga telah ada program lainnya yang bekerjasama dengan pemerintah kabupaten yaitu Distrik Membangun. Dengan begitu masyarakat Papua bisa merasakan kesejahteraan lebih cepat.

”Intinya, masyarakat di Papua tidak bisa menunggu puluhan tahun untuk menjadi sejahtera,” tegasnya.

Adanya Perubahan Yang Lebih Baik

Direktur Implementasi KOMPAK, Theodore Weohau mengatakan pembangunan di Papua memiliki problematika yang kompleks, namun berbagai perubahan kearah yang lebih baik terus terjadi.

Ia juga menjelaskan bahwa program ini merupakan kerjasama antara semua pihak terkait yang ada untuk pembangunan di wilayah Papua. Dengan adanya program tersebut sudah mulai terlihat adanya perbaikain dan terbukti nyata.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Menurun, Walkot Jayapura Minta Pasien Isoman Tidak Keluar Rumah

“Mimpi itu coba dikejar dan diwujudkan oleh KOMPAK melalui berbagai kegiatan. Setelah 6 tahun, praktik baik terlihat dan terbukti nyata, terlihat dengan adanya layanan baik, cepat dan berkualitas di lokasi uji coba,” kata Theodore.

KOMPAK juga telah mendukung serta memfasilitasi kerja bersama pemeritah pusat dan provinsi untuk melakukan kajian dan kerja-kerja analisis guna memperkuat pelaksanaan Otonomi khusus.

“Kami harap pusat pengetahuan mampu berperan sebagai platform pengetahuan yang mengumpulkan, menyimmpan dan membagi pengalaman dan praktik baik yang sudah ada,” harapnya.

Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya keyakinan dan kesungguhan dalam mensejahterakan masyarakat asli Papua kegiatan tersebut bisa terwujud.

“Semua terbukti apa yang menjadi mimpi bisa terwujud lewat program dan kegiaatan nyata,” tutupnya.