Pemprov Papua Jawab Isu Soal Perpindahan Kas Daerah
beritapapua.id - Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakat Setda Papua, Muhammad Musa’ad. (Foto: Lintaspapua)

Isu pemindahan kas daerah (Kasda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua saat ini menjadi perbincangan hangat di wilayah Pemerintah Papua. Terkait hal tersebut Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakat Setda Papua, Muhammad Musa’ad akhirnya buka suara.

Musa’ad menjelaskan bahwa perpindahan Kasda merupakan hal biasa yang terjadi di dalam urusan internal antara Pemerintah dan BUMD. Apalagi Bank Papua sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) masih di bawah kendali pemerintah.

Oleh karena itu, menurutnya sangat wajar jika memang terjadi pemindahan kasda di Pemerintahan Papua.

“Bank Papua itu milik Pemprov Papua, pemegang saham pengendali itu adalah Gubernur Papua. Jadi kalau ada agenda yang berkaitan dengan Bank Papua itu sebenarnya urusan internal pemerintah,” kata Musa’ad di Jayapura, Minggu 16 Januari 2022.

Menurutnya, isu perpindahan kas daerah masih dalam batas kewajaran. Namun, ia menilai semakin tidak kondusif jika banyak pihak dari luar yang tidak paham, namun ikut mencampuri atau berkomentar.

Karena menurutnya jika banyak informasi yang tidak benar nantinya akan memunculkan kegaduhan di wilayah tersebut.

“Jadi itu pasti dalam ukuran kewajaran, hanya semakin menjadi tidak kondusif jika banyak pihak luar yang tidak paham bagaimana kerja perbankan, bagaimana hubungan Pemerintah Papua, yang kemudian memberikan informasi atau komentar – komentar memberikan kegaduhan,” ujar Musa’ad.

Tidak Mengganggu Kinerja Bank Papua

Ia pun berharap kondisi ini tidak mengganggu kinerja dari Bank Papua. Untuk itu langkah tersebut perlu dilakukan untuk memperbaiki manajemen dan perbaikan kekuatan Bank Papua.

“Kita tidak mau mematikan Bank Papua, (sebab) Bank Papua itu bank Pemprov Papua, jadi ini sebagai upaya perbaikan juga, perbaikan manajemen, perbaikan kekuatan Bank Papua,” katanya.

Baca Juga: BKPRMI Papua Lantik Dewan Pengurus Daerah Kota Jayapura dan Keerom

Musa’ad juga mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan adanya isu – isu yang yang berkembangan di masyarakat. Terlebih banyak isu yang beredar menjadi hoax yang dapat menimbulkan pemahaman berbeda dari yang sebenarnya.

Untuk itu, ia berharap masyarakat bisa bersabar menunggu penyelesaian yang ada dari Pemerintah Papua.

“Jadi kasihlah kesempatan secara internal kita (Pemprov Papua) selesaikan. Kita berharap Bank Papua akan tampil, masyarakat tidak usah khawatir,” tutupnya.