Pemprov Papua Salurkan Dana Beasiswa Untuk 355 Mahasiswa Papua di Luar Negeri
beritapapua.id - Kepala BPSDM Provinsi Papua Ariyoko F. Rumaropen di kantornya. (Foto: Jubi)

Pemerintah Provinsi Papua telah menyalurkan dana beasiswa atau melakukan pembayaran biaya pendidikan dan biaya hidup untuk 355 mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.

Ratusan mahasiswa tersebut tersebar di 5 negara. Di antaranya sebanyak 204 mahasiswa berada di Amerika Serikat, 68 mahasiswa di Australia, 7 mahasiswa di Jepang, 17 mahasiswa di Kanada, dan 59 mahasiswa di Selandia Baru.

Kepala Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua Aryoko F. Rumaropen mengatakan pembayaran beasiswa bersumber dari alokasi dana cadangan sebesar Rp300 miliar milik Pemerintah Provinsi Papua.

Pembayaran tersebut dilakukan setelah Gubernur Papua melalui Sekretaris Daerah Papua memerintahkan BPSDM menyiapkan dokumen administrasi terkait pembayaran biaya hidup dan pendidikan para mahasiswa tersebut.

“Sudah empat bulan kita menunggu terkait dengan pencairan dana otonomi khusus, tetapi baru hari Senin dana otsus itu ada,” katanya.

Menggunakan Dana Cadangan Pemprov Papua

Ia juga mengatakan bahwa Sekda telah mengambil kebijakan lain tanpa menunggu dana otsus melainkan dengan menggunakan dana cadangan Pemprov Papua.

“Freeport Indonesia untuk Sains dan Kemitraan” senilai 42 miliar “Dana cadangan itu kami gunakan untuk membayar biaya pendidikan dan biaya hidup mahasiswa di lima negara tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Lurah Waimhorok Distrik Abepura Akan Terus Berupaya Tingkatkan Pelayanan

Rumaropen menjelaskan proses pembayaran dilakukan secara bertahap mulai Jumat, 22 April 2022. Pembayaran pertama akan jatuh kepada mahasiswa Papua di Jepang.

Kemudian pembayaran tersebut akan berlanjut pada, Senin (25/04/2022) kepada mahasiswa di Selandia Baru.

Selanjutnya mahasiswa Papua di Australia pada Selasa, (26/04/2022). Pembayaran berikutnya dijadwalkan pada Rabu, 27 April 2022 kepada mahasiswa Papua di Amerika Serikat. Kemudian mahasiswa Papua di Kanada.

“Dalam minggu ini semua persoalan itu bisa terselesaikan,” kata Rumaropen kepada wartawan di Jayapura, Selasa (26/04/2022).

Rumaropen mengatakan pembayaran berbeda-beda dan akan disesuaikan dengan lokasi studi mahasiswa.

Ia mencontohkan bahwa mahasiswa yang berstudi di dalam negeri dibayarkan per semester, sedangkan mahasiswa yang kuliah di luar negeri ada yang dibayarkan per semester, per empat bulan, per enam bulan, dan per tahun tahun.

“Kita bayar menurut tagihan dari kampus. Kalau di Amerika Serikat seluruhnya kita bayar empat bulan. Mereka ikuti kuartal, bukan semester. Di Australia kita bayar per semester dan di Selandia baru ada yang kita bayar satu tahun,” ujarnya.

Presiden Pelajar Mahasiswa Jepang Meylani Ramandai mengaku belum mengetahui informasi jika Pemerintah Provinsi Papua sudah membayarkan biaya studi mereka di Jepang.

Ia mengatakan saat ini ada tujuh mahasiswa Papua yang sedang studi di Jepang. Ia masih perlu melakukan konfirmasi kepada pihak ketiga, yaitu agen pengurus mahasiswa Papua penerima beasiswa di Jepang terkait kabar tersebut.

“Saya boleh minta waktu kasih informasinya besok [Rabu, 27 Juli 2022],” kata Ramandai kepada Jubi yang mengkonfirmasi melalu WhatsApp pada Selasa (26/04/2022).