Pemprov Papua Tetap Tutup Bandara dan Pelabuhan
beritapapua.id - Pemprov Papua Tetap Tutup Bandara dan Pelabuhan - Kompas

Pemprov Papua Tetap Tutup Bandara dan Pelabuhan – Akhir-akhir ini kebijakan pemerintah dan Kementerian Perhubungan (Menhub) kerap membingungkan. Pemerintah sudah memutuskan warganya untuk keluar kota dan mudik, namun di sisi lain Menhub mengizinkan seluruh moda transportasi beroperasional.

Menanggapi kisruh kebijakan tersebut, Pemprov Papua memutuskan untuk mengabaikan perizinan operasional moda transportasi. Klemen Tinal, Wakil Gubernur Papua, mengungkapkan bahwa langkah tegas yang diambil Pemerintah Papua berupa tetap menutup bandara dan pelabuhan.

“Untuk konteks Papua mungkin untuk saat ini untuk manusia belum bisa, kalau barang silakan seperti selama ini,” ujar Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, di Jayapura, dilansir dari kompas.com, Jumat (08/05), 2020.

Klemen tidak mempermasalahkan pertentangan kebijakan yang terjadi. Menurutnya, pengizinan operasional moda transportasi yang dikeluarkan oleh Menhub sah-sah saja. Namun, menurutnya hal itu belum bisa diterapkan di Papua.

Menurut Klemen, kasus corona yang tersebar di Papua berasal dari luar Pulau. Sehingga, cara yang tepat untuk menanganinya adalah menutup akses keluar dan masuk Papua hingga wabah corona dapat dikontrol.

“Historinya tidak ada yang tiba-tiba (kasus corona) muncul di Papua, dari situ baru menyebar. Sehingga dengan sejarah seperti ini, kita untuk sementara belum bisa. Penerbangan barang tidak masalah karena membawa alat-alat, bahan–bahan yang dibutuhkan. Tetapi untuk masyarakat sipil yang tidak punya kepentingan di Papua, untuk sementara kami belum bisa izinkan demi kebaikan masyarakat,” ujar Klemen.

Baca Juga: Warga Argosigemerai Terima Bantuan Langsung Tunai

Menutup Akses Sama dengan Mengurangi Satu Masalah

Dengan menutup akses masuk dan keluar Papua bagi orang yang tidak punya kepentingan khusus, pemerintah dinilai akan lebih fokus untuk mengatasi persoalan corona di dalam. Penutupan akses tersebut dinilai tepat, mengingat fasilitas kesehatan serta tenaga medis di Papua minim.

“Jadi jika semakin banyak orang datang kemampuan kita untuk mengatasi hal seperti itu belum bisa dengan melihat semua aspek yang ada. Maka untuk sementara kita belum mengizinkan,” imbuh Klemen.

Renacananya, penutupan akses keluar dan masuk ke Papua akan diperpanjang hingga 6 Juni 2020 mendatang. Diketahui sebelumnya, penutupan akses tersebut telah dilakukan sejak 26 Maret 2020 dan telah tiga kali diperpanjang.

Hingga saat ini, tercatat jumlah kasus positif virus corona di Papua mencapai 265 kasus, dengan rincian 186 pasien dirawat, 72 orang telah sembuh, dan 7 orang meninggal dunia.