Pemulangan Eks Simpatisan ISIS, Pemerintah Dilema
beritapapua.id - Pemulangan Eks Simpatisan ISIS, Pemerintah Dilema - Ali Hashisho

Isu kepulangan eks simpatisan Islamic State Iraq Suriah (ISIS) terus mencuat beberapa waktu terakhir. Total ada 600 Warga Negara Indonesia (WNI) di Timur Tengah yang sempat menjadi simpatisan dan bergabung dengan kelompok teroris kejam ISIS dan akan dipulangkan ke Tanah Air. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama Fachrul Razi saat mendapat informasi pemulangan WNI eks ISIS dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Tetapi pemulangan eks simpatisaan ISIS ini masih dalam tahap pengkajian oleh pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Menko Polhukam Mahfud MD.

“Belum ada yang dipulangkan dan masih dianalisis baik buruknya apakah akan dipulangkan atau tidak. Tapi sampai hari ini belum ada keputusan dipulangkan,” ungkap Mahfud MD.

Menariknya Presiden Jokowi  justru menolak kepulangan dari ISIS ini. Namun penolakan tersebut didasarkan pada pendapat personal, dan hasil keputusannya nanti masih dalam pengkajian lebih lanjut.

“Ya kalau bertanya kepada saya, ini belum ratas (rapat terbatas) ya, kalau bertanya kepada saya, saya akan bilang tidak (menolak). Tapi masih dirataskan,” ujar Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Pemulangan eks ISIS ini dianggap kontroversial mengingat WNI tersebut pernah bergabung dengan kelompok teroris kejam yang pernah meresahkan masyarakat dunia. Kepulangannya pun dinilai sejumlah pihak perlu dikaji lebih lanjut. Sebab bukan tidak mungkin jika mereka pulang ke Indonesia dengan status sebagai mantan simpatisan kelompok radikal akan dikucilkan, terisolasi dan bahkan tidak diterima oleh masyarakat setempat.

Baca Juga: Komisi Pengarah Beri Izin Formula E di sekitaran Monas

Dampak Dipulangkannya Eks Simpatisan ISIS ke Tanah Air

Jika melihat kasus ini dari sudut pandang HAM maka memang Negara harus bisa memberikan perlindungan kepada mereka, mengingat mereka merupakan WNI. Namun jika dilihat dari sudut pandang hukum maka kepulangan mereka ini boleh tidak dilakukan, hal ini dikarenakan mereka telah bergabung dengan organisasi teroris. Terlebih sebagian diantara mereka ada yang sudah membakar paspornya.

Selain itu, kepulangan mereka juga dinilai ada baiknya ada pula buruknya. Baiknya adalah dengan memulangkan mereka ke Tanah Air, pemerintah bisa menggali informasi terkait jaringan teroris secara mendalam. Dengan begitu upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran paham radikal atau terorisme bisa diminimalisir dengan baik. Namun buruknya adalah mereka bisa jadi menyebarkan virus terorisme baru di tengah tengah masyarakat.

Oleh karena itu, pemulangan WNI eks simpatisan ISIS ini memang perlu pengkajian lebih jauh dengan melibatkan beberapa instansi kementerian atau lembaga saat ratas. Jika memang dipulangkan, maka perlu langkah langkah terbaik untuk menjamin mereka tidak membawa paham radikalnya ke Tanah Air.