Penambang Emas Kampung Kawe, Kabupaten Pegunungan Bintang
Beritapapua.id - Penambang Emas Kampung Kawe, Kabupaten Pegunungan Bintang - Papuabangkit

Penambang Emas Kampung Kawe, Kabupaten Pegunungan Bintang – Kawasan Kawe, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua terkenal kaya akan hasil tambang, terutama Emas. Daerah penambangan itu masuk dalam kawasan terisolir, namun memiliki potensi mineral yang bagus. Sayangnya kenikmatan dari hasil tambang tersebut kebanyakan hanya bisa dirasakan oleh masyarakat dari luar Pegunungan Bintang

Bupati Pegunungan Bintang, Constan Oktemka menuturkan penambang emas Kawe kebanyakan berasal dari luar kabupaten itu. Oleh karenanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pegunungan Bintang bersamaan dengan Pemerintah Provinsi Papua melakukan intervensi kepada penambang. Sebenarnya dari Pemkab Pegunungan Bintang juga telah meminta penutupan tambang dari tahun lalu ke pemerintah Provinsi Papua. Guna menekan orang datang ke lokasi tambang emas Kampung Kawe.

Lebih lanjut Bupati Constan menjelaskan Penambang itu kebanyakan masuk dari Boven Digoel. Mereka bukan merupakan masyarakat asli Pegunungan Bintang, tetapi warga dari daerah lain yang masuk melalui jalur sejumlah kabupaten tetangga.

Adapun Kampung Kawe terletak di perbatasan lima kabupaten, yaitu Pegunungan Bintang, Yahukimo, Asmat, Bovel Digoel dan Mappi. Sehingga untuk bisa mencapai lokasi tambang dari Pegunungan Bintang belum ada jalan darat. Jalurnya yakni melalui jalur sungai ataupun melalui jalur udara dengan menyewa helikopter.

Sementara untuk masyarakat dari Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang yang ingin ke lokasi tambang, biasanya berjalan kaki ke Awimbon. Mereka menempuh jarak selama 4-7 hari dengan menerabas hutan lebat.

Baca Juga: Polda Papua Barat Atasi Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor

Masyarakat melakukan barter barang dengan emas

Ada cerita menarik terkait masyarakat yang melakukan penambang emas Kampung Kawe. Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mereka kerap melakukan barter atau menukar barang dengan emas. Hal seperti ini terjadi akibat mahalnya harga bahan pokok yang terdapat dalam kawasan penambangan emas.

Uang nyaris tidak berlaku pada wilayah penambangan tersebut. Prosedur barter dalam wilayah penambangan emas merupakan hal yang lumrah. Seperti penukaran emas dengan beras, susu, mi instan, ikan kalengan, garam, gula, kopidan berbagai jenis barang lain dengan perhitungan tertentu.