Penampilan Terbaru Feby Febiola, Setelah Jalani Kemoterapi
beritapapua.id - Penampilan Terbaru Feby Febiola, Setelah Jalani Kemoterapi - Merdeka

Lama tak terdengar kabarnya, artis kawakan Feby Febiola baru saja menjalani operasi kista ovarium di BaliMed Hospital. Kabar tersebut di ketahui dari tulis di media sosial Instagramnya pada hari Kamis 28/05/2020 lalu. Namun, belum lama ini Feby Febiola kembali mengunggah foto dirinya yang kini botak karena efek menjalani kemoterapi. Meski begitu, Feby tetap terlihat ceria, karena memang sudah lama ia menginginkan penampilan seperti itu.

American Cancer Society menjelaskan bahwa kerontokan rambut bisa terjadi karena obat kemo membunuh sel yang tumbuh secara cepat, termasuk sel kanker. Tidak jarang efek dari kemoterapi juga menyebabkan kerusakan pada jantung paru-paru, ginjal, atau organ reproduksi.

Dari unggahannya tersebut, Feby juga mengaku jika kondisinya kini baik-baik saja. Walau telah menjalani prosesi kemoterapi sebanyak 6 kali. Ia bahkan berterima kasih karena sudah banyak yang perhatian dan menanyakan kabarnya. Meski tak bisa membalas satu persatu ucapan doa kepadanya, Feby menyayangi semua orang yang telah mendukungnya selama ini.

“Makasih yang udah nanyain dan doain, bukan perjalanan yg mudah buat aku. Tapi aku yakin Tuhan selalu genggam tanganku, dan semuanya terasa mudah,” ungkapnya.

Penampilan Terbaru Feby Febiola, Setelah Jalani Kemoterapi
beritapapua.id – Penampilan Terbaru Feby Febiola, Setelah Jalani Kemoterapi – Tribunnews

Baca Juga: Ancaman Resesi Ekonomi Di Tengah Pandemi

Kenali Gejala Kista Sebelum Terlambat

Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh pada indung telur (ovarium) wanita. Sebagian besar kista berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala. Kista ini biasanya akan hilang sendiri tanpa pengobatan. Tetapi apabila ukuran kista semakin membesar, maka dapat di ketahui dari gejala sering buang air kecil, cepat kenyang, nyeri saat buang air besar, mual, nyeri panggul saat melakukan hubungan seksual.

Jika sudah mengalami gejala seperti tersebut, di sarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter kandungan. Tindakan yang dilakukan adalah membuang kista saja atau membuang ovarium yang tergantung pada usia penderita. Kista bisa mengenai semua kelompok umur, anak-anak, remaja, dan usia dewasa. Kebanyakan terjadi pada usia reproduksi yaitu usia 20 tahun sampai 35 tahun.

Terbentuknya kista ovarium tergantung dari berbagai faktor. Bisa terkait dengan siklus menstruasi maupun akibat ada pertumbuhan sel yang tidak normal. Walaupun terdapat pertumbuhan sel yang abnormal, biasanya kista ovarium bersifat jinak.