Pendidikan Indonesia di Mata Dunia
beritapapua.id - Ilustrasi pendidikan Indonesia. (Foto: Istimewa)

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Definisi tersebut tertulis dalam Undang-undang SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003. Lalu bagaimana pandanga dunia mengenai pendidikan di Indonesia?

Berdasarkan data yang telah terpublikasi oleh World Population Review, di tahun 2021 lalu, Indonesia berada di peringkat 54 dari total 78 negara dalam rangking sistem pendidikan dunia. Peringkat tersebut naik satu tingkat dari urutan ke-55 di tahun 2020.

Dilansir dari madista.id, Dalam U.S News & World Report di lansir, peringkat sistem pendidikan terbaik di seluruh dunia. Peringkat ini di dasarkan oleh survei global berbasis voting dan presepsi.

Survey tersebut [dilakukan] dengan mengukur kompilasi skor tiga poin, yaitu ketiganya adalah sistem pendidikan berkembang baik, minat untuk belajar dan berkuliah di tempat tersebut, serta kualitas pendidikan negara tersebut. Berdasarkan poin tersebut, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Kanada, dan Perancis berada di lima besar dunia.

Indonesia sendiri mendapatkan peringkat ke-4 se-Asia Tenggara. Peringkat di atasnya adalah Singapura, Malaysia, serta Thailand.

Berdasarkan survei Program for International Student Assesment (PISA), Indonesia berada di peringkat 62 dari 70 negara. Peringkat tersebut tentunya termasuk rendah. Menurut pengamat pendidikan Budi Trikorayanto penyebab hal tersebut adalah kompetensi guru yang rendah, sistem pendidikan yang terlalu kuno, serra lembaga pendidikan yang perlu pembenahan.

Upaya Pemerintah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Indonesia

Pemerintah Indonesia telah berupaya dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dengan cara menyediakan sarana dan prasarana bagi masyarakat. Misalnya saja program pengadaan buku paket gratis, sehingga pelajar yang menempuh pendidikan wajib 12 tahun tidak lagi perlu untuk membeli buku pelajaran. Selain itu juga adanya perpustakaan umum hampir di setiap daerah. Beberapa perpustakaan tersebut bahkan menyediakan fasilitas lengkap seperti, computer, meja dan kursi belajar, internet hingga fasilitas penunjang kenyamanan belajar seperti pencahayaan yang memadai serta air conditioner (AC).

Baca Juga: Kementerian PUPR Bangun Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik di Jakarta

Pemerintah juga menyediakan Bantuan Operasional Sekolah. Program satu ini terbukti sangat mampu meringankan beban pendidikan masyarakat, karena program ini membiayai pendidikan wajib 12 tahun, yaitu mulai dari Sekolah Dasar selama 6 tahun, Sekolah Menengah Pertama selama 3 tahun dan juga Sekolah Menengah Atas selama 3 tahun. Dengan adanya kemudahan tersebut, masyarakat [diharapkan] agar dapat memanfaatkannya sebaik mungkin dan menyadari akan pentingnya pendidikan itu sendiri.