Pendidikan
Berita Papua - Pendidikan Selalu Membuka Diri Pada Pengetahuan Baru

Pendidikan sekolah kejuruan seringkali kalah pamor ketika bersaing dengan sekolah umum. Masih banyak dalam tatanan masyarakat kita yang belum melihat penting dan vital nya peran sekolah kejuruan dalam membangun sumber daya manusia yang disiplin, bertanggung jawab, dan terampil. Indonesia dengan kekayaan yang beragam sudah semestinya menjadikan sekolah kejuruan sebagai salah satu kekuatan yang diperhitungkan untuk melahirkan generasi yang berkarakter.

Proses belajar seharusnya selalu bisa dipahami sebagai proses yang tidak akan pernah berhenti, bahkan ketika telah menyelesaikan pendidikan formal. Hal ini tentu saja merupakan kewajiban setiap lapisan untuk bisa menciptakan lingkungan yang mengayomi dan mendidik sebuah karakter bahwa kita perlu secara terus menerus melakukan peningkatan pemahaman terhadap banyak hal, khusus nya bidang yang kita dalami. Sehingga, tidak pernah ada kata berhenti belajar dan merasa cukup.

Belajar pun tidak sekadar dari kegiatan membaca buku, dan menulis. Lebih dari itu sebuah praktik penggunaan alat-alat juga merupakan sebuah proses pembelajaran dan pengalaman yang berharga. Pemahaman terhadap suatu kasus, mampu menganalisa kondisi dan keadaan ideal dari suatu kejadian atau peristiwa juga merupakan sebuah pendidikan dan pengetahuan.

Baca juga: Proses Pengolahan Minyak Mentah dan Gas Alam

Hal ini tentu saja menjadi bagian dari pendidikan yang sesungguhnya. Kita memiliki sebuah dasar akan pengetahuan, lalu menyusun nya secara sistematis, dan kemudian mampu melihat apa yang terjadi secara menyeluruh, tidak hanya sepotong.

Pendidikan Sekolah Kejuruan

Sekolah kejuruan memiliki kekuatan lebih untuk mengembangkan hal tersebut. Muncul nya sekolah khusus, seperti sekolah teknik Petrotekno contoh nya merupakan gambaran sebuah lingkungan yang mendukung seseorang untuk terus mengembangkan diri dan mengasah ketelitian sehingga memiliki skill yang dibutuhkan dalam bidang yang ditekuni.

Proses belajar dan pelatihan seperti ini, walaupun sudah didukung oleh para ahli dan kurikulum yang baik, tentu saja masih belum cukup. Diperlukan “pengakuan” atau sertifikasi oleh pihak yang memang memiliki wewenang untuk menetapkan apakah kita memang telah sampai pada kemampuan yang mumpuni dalam bidang nya. Ketika kita sudah melewati nya, kita akan siap dihadapkan pada segala macam bentuk situasi dan kondisi dengan tetap membuka diri pada bentuk pengetahuan baru. (As)