Peneliti Klaim Vaksin Covid-19 Siap di Bulan September
beritapapua.id - Peneliti Klaim Vaksin Covid-19 Siap di Bulan September - Suara

Peneliti asal Universitas Oxford, Inggris, dan peneliti dari Pfizer, perusahaan Asal Amerika, klaim vaksin pencegahan covid-19 siap diproduksi massal pada bulan September 2020.

Seperti yang diberitakan dalam cnbcIndonesia.com peneliti asal Inggris dan Amerika mengklaim berhasil megembangkan vaksin yang mampu mencegah pertumbuhan virus corona dalam tubuh manusia. Adar Poonawallla, Chief of Serum Institute of India, mengatakan vaksin tersebut dapat diproduksi massal pada bulan September.

“Ini adalah yang kami harapkan. Kami berharap produksi vaksin dimulai akhir Mei sehingga pada saat uji coba selesai pada bulan September, vaksin juga sudah tersedia untuk India dan dunia, tidak menunggu 6 bulan untuk membuat vaksin,” jelas Adar Poonawalla, dilansir dari cnbcindonesia.com.

Ia mengatakan bahwa saat ini, pihaknya tengah bekerja sama dengan peneliti Universitas Oxford Inggris dan peneliti AS untuk mengembangkan vaksin tersebut. Sebelumnya, ia sempat mengungkapkan bahwa produksi vaksin covid-19 memakan waktu hingga 2021. Namun, perkembangan pesat terjadi atas kerja sama mereka dengan peneliti dari dua negara tersebut.

“Kami sendiri mengatakan produksi vaksin akan memakan waktu hingga 2021 dengan Codagenix dan Mitra AS lainnya. Tetapi yang terjadi setelah itu berbeda. Seminggu yang lalu, kami kerja sama dengan Universitas Oxford yang [vaksinnya] telah banyak berkembang dan sudah diujicobakan ke manusia,” Imbuh Adar.

Baca Juga: Akibat Corona, Iklan Lowongan Kerja Turun Drastis

Uji Klinis Berskala Kecil

Jenner Institute di Oxford University, Inggris, menjadi salah satu tim yang bertanggung jawab atas perkembangan pesat penemuan vaksin virus corona. Mereka mendapatkan hasil yang positif setelah melakukan uji klinis berskala kecil. Mereka berhasil menghalau paparan virus corona berskala besar pada subjek penelitian mereka, yakni enam ekor monyet yang sudah divaksinasi.

“Monyet rhesus adalah hal yang paling dekat dengan manusia,” kata Vincent Munster, salah seorang peneliti yang melakukan tes tersebut, dilansir dari kumparan.com

Atas pencapaian tersebut, mereka berencana untuk melakukan uji coba tahap II dan III pada bulan Mei 2020 mendatang. Untuk menguji efektivitas dan keamanan vaksin yang dikembangkan terhadap manusia, tim peneliti Jenner Institute hendak melibatkan 6.000 responden pada tahap uji klinis Mei 2020 nanti.

Meski Hasil Penelitian Positif, Apapun Bisa Terjadi

David Nabarro, pakar kesehatan dunia dari Imperial College, London, Inggris, mengungkapkan tidak ada jaminan bahwa vaksin covid-19 dapat berhasil dikembangkan. Program klinis yang begitu cepat memberikan persentase yang abu-abu perihal keberhasilan vaksin tersebut. Ia mengimbau agar masyarakat dunia tetap waspada.

“Beberapa virus sangat sulit untuk dikembangkan vaksinnya. Jadi untuk di masa yang akan datang, kita harus menemukan cara agar hidup kita tetap berjalan meski di tengah ancaman virus corona yang terjadi terus-menerus,” papar Nabarro.

Ia mengungkapkan bahwa manusia harus beradaptasi terhadap skenario terburuk, yakni gagalnya vaksin covid-19. Namun, meskipun pengembangan vaksin virus corona oleh peneliti Inggris gagal, hal itu akan tetap menjadi progres. Vaksin tersebut menjadi terobosan bagi peneliti lainnya untuk kemudian dikembangkan lagi.