Penembakan Jake Blake Memancing Protes Besar
Beritapapua.id - Penembakan Jake Blake Memancing Protes Besar - Detik

Penembakan Jacob Blake Memancing Protes Besar – Polisi Negara Bagian Wisconsin Amerika Serikat (AS), dalam sebuah video, kedapatan menembak seorang pria kulit hitam dari belakang. Pria tersebut bernama Jacob Blake. Blake sendiri ditembak didepan anak-anaknya di Kenosha City. Blake saat ini masih dalam kondisi kritis.

Tindakan polisi ini kemudian memancing amarah dari masyarakat Amerika Serikat. Masyarakat turun ke jalan untuk menyampaikan protesnya.

Letnan Gubernur Wisconsin mengatakan bahwa penembakan Jacob Blake oleh polisi, mencerminkan pola kekerasan polisi nasional AS terhadap warga keturunan Afrika-Amerika.

Kenosha City kemudian mengumumkan jam malam darurat dari pukul 20.00 sampai Selasa pagi pukul 07.00 setelah terjadi demo besar-besaran. Massa yang berdemo pun kedapatan melemparkan bom molotov dan batu bata ke arah polisi yang berusaha menjaga ketertiban aksi demonstrasi tersebut.

Dari rekaman video, kronologi peristiwa naas ini terjadi ketika Blake sedang berjalan menuju mobil. Namun, ada dua petugas polisi yang mengikutinya sambal menodongkan senjata api. Saat Blake membuka pintu mobil, salah satu polisi mencengkram kausnya dan menembaknya dari belakang. Setelah itu terdengar suara bunyi tembakan sampai 7 kali, dengan suara klakson mobil yang berbunyi berkali-kali.

Pengacara hak-hak sipil Benjamin Crump yang mewakili keluarga George Floyd mengatakan, ketiga putra Blake berada dalam mobil saat ayahnya tertembak.

Saksi mata mengatakan bahwa saat itu Blake sedang melerai perkelahian antara 2 wanita, hingga polisi kemudian tiba.

Baca Juga: Ular Deathadder, Ular Paling Mematikan Ada di Papua

Pengecaman dari Berbagai Pihak

Peristiwa ini memancing amarah dari seluruh masyarakat AS. Ribuan orang dari berbagai daerah turun ke jalanan untuk memprotes tindakan dari aparat kepolisian tersebut.

Calon Presiden AS, Joe Biden mengecam penembakan Blake dan menyerukan agar segara melakukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan. Ia pun meminta agar pihak kepolisian bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Gubernur Negara Bagian Wisconsin, Tony Evers mengatakan bahwa pihaknya menentang penggunaan kekuatan atau kekerasan yang berlebihan dalam eskalasi langsung saat berurusan dengan warga kulit hitam Wisconsin.

Divisi Investigasi Wisconsin saat ini sedang melakukan penyelidikan, dan hasilnya akan segera dilaporkan kepada jaksa dalam waktu 30 hari kedepan.