Penerapan PSBB di DKI Jakarta, Begini Mekanismenya
beritapapua.id - Penerapan PSBB di DKI Jakarta, Begini Mekanismenya - WartaDepok

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi mengumumkan pelaksanaan Pembatasan Sosisal Berskala Besar (PSBB) mulai Jumat, 10 April 2020 dalam rangka menghadapi penyebaran virus corona atau Covid-19. Pengumuman tersebut disampaikan Anies menyusul telah disetujuinya usulan penerapan PSBB di Jakarta oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Anies mengatakan, perlu disadari jika penyebaran virus corona atau Covid-19 bisa ditekan dengan kerjasama semua pihak. Karena penyebaran virus tersebut terjadi dari orang ke orang, sehingga perlu adanya pembatasan interaksi.

Menurutnya, secara prinsip PSBB ini sudah berjalan selama tiga minggu ini. Di mana sudah dikeluarkan himbauan untuk bekerja di rumah, kegiatan sekolah ditiadakan diganti dengan belajar di rumah, menghentikan kegiatan peribadatan, dan pembatasan transportasi

Selanjutnya, Anies menjelaskan penerapan PSBB pada 10 april mendatang akan berbeda dengan penerapan PSBB yang sudah berjalan selama tiga minggu terakhir. Karena pada 10 april akan dibuat sebuah aturan yang memiliki kekuatan mengikat untuk membatasi pergerakan dan interaksi masyarakat.

“Yang kita lakukan tanggal 10 April, pada komponen penegakan akan disusun aturan yang memiliki kekuatan mengikat, untuk mengikuti pembatasan. Ketaatan membatasi pergerakan dan interaksi mempengaruhi kemampuan kita kendalikan virus ini,” ungkapnya dalam konferensi pers di Balaikota, Selasa malam, 7 April 2020.

Kemudian Anies mengatakan ada beberapa hal yang akan ditegakkan. Diantaranya penutupan sejumlah fasilitas umum, baik fasilitas hiburan milik pemerintah ataupun milik swasta. Kemudian penutupan balai pertemuan, RPTRA, balai olahraga dan museum semuanya akan ditutup.

Baca Juga: ODP di Bintuni Dinyatakan Negatif Covid-19

Menakisme Penerapan PSBB di Jakarta

Sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, berikut mekanisme lengkap terkait pelaksanaan PSBB di Jakarta.

  1. PSBB berlaku selama 14 hari

Anies menyampaikan, status PSBB Jakarta akan berlaku mulai Jumat 10 April hingga Kamis 23 April 2020 atau selama 14 hari sesuai dengan peraturan yang berlaku. Akan tetapi kebijakan ini dapat diperpanjang kembali sesuai dengan kebutuhan.

  1. Kegiatan belajar di rumah

Selama PSBB diterapkan, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap ditiadakan. Kegiatan belajar mengajar akan dialihkan dan dilakukan di rumah.

  1. Tempat hiburan ditutup

Anies menyampaiakan fasilitas umum milik Pemprov DKI dan tempat hiburan milik swasta akan ditutup selama masa PSBB berlaku.

  1. Pernikahan di KUA tanpa resepsi

Aturan selanjutnya yaitu Pemprov DKI Jakarta melarang warganya melaksanakan resepsi pernikahan selama masa PSBB. Warga hanya diizinkan menggelar akad nikah di kantor urusan agama (KUA).

  1. Pelayanan pemerintah tetap berjalan

Selama masa PSBB, pelayanan yang diberikan Pemprov DKI Jakarta, polisi dan TNI akan tetap berjalan.

  1. Perkantoran diberhentikan sementara, kecuali 8 sektor usaha

Pemprov DKI Jakarta akan menghentikan kegiatan perkantoran selama masa PSBB. Namun ada delapan sektor usaha yang tetap berjalan seperti biasa. Antara lain, sektor kesehatan, sektor pangan, sektor energy, sektor komunikasi, sektor keuangan, sektor logistik, sektor kebutuhan sehari-hari, dan sektor industri strategis yang ada di kawasan Ibu Kota.

Selain delapan sektor itu, Pemprov DKI juga mengizinkan lembaga sosial yang terkait dengan penanganan Covid-19 tetap berkegiatan, seperti lembaga pengelola zakat, lembaga pengelola bantuan sosial, dan lembaga swadaya masyarakat atau non-governmental organization (NGO) di bidang kesehatan.

  1. Operasional dan penumpang transportasi umum dibatasi

Pemprov DKI Jakarta membatasi operasional dan jumlah penumpang seluruh transportasi umum di Ibu Kota. Transportasi umum hanya boleh beroperasi pukul 06.00-18.00 WIB.

  1. Kendaraan pribadi tetap bisa keluar-masuk Jakarta

Berbeda dengan transportasi umum, Pemprov DKI tidak membatasi penggunaan kendaraan pribadi untuk keluar-masuk Jakarta. Namun, jumlah penumpang dalam kendaraan pribadi tersebut harus dibatasi.

  1. Layanan pesan-antar tetap diperbolehkan

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga tetap memperbolehkan layanan pesan-antar untuk beroperasi, termasuk layanan pesan antar melalui ojek online.

  1. Pemprov DKI akan berikan sembako mulai Kamis

Pemprov DKI Jakarta bersama pemerintah pusat akan menyiapkan bantuan sosial kepada warga miskin dan warga rentan miskin yang terdampak PSBB dan wabah Covid-19.

  1. DKI siapkan layanan belanja jarak jauh di 105 pasar

Untuk memenuhi kebutuhan warga, Pemprov DKI melalui BUMD Pasar Jaya membuka layanan belanja jarak jauh. Artinya, warga bisa berbelanja dari rumah. Layanan belanja jarak jauh, kata Anies, tersedia di 105 pasar tradisional di bawah Perumda Pasar Jaya.

  1. Melarang warga berkerumun di atas 5 orang

Selama masa PSBB, Pemprov DKI melarang perkumpulan massa di atas lima orang. Pemprov DKI bersama polisi dan TNI akan menindak warga yang tetap berkerumun.

  1. Polisi akan patrol dan menerapkan sanksi tegas

Anies berujar, polisi akan meningkatkan kegiatan patroli selama masa PSBB Jakarta. “Patroli akan ditingkatkan dan kami berharap masyarakat menaati (aturan PSBB yang berlaku). Ini bukan kepentingan siapa-siapa, tapi kepentingan kita semua. Kalau kita menaati, penyebaran Covid-19 bisa kita kendalikan,” kata Anies.