Penerbangan Israel – Uni Emirat Arab (UEA)
Beritapapua.id - Penerbangan Israel – Uni Emirat Arab (UEA) - Kompas

Penerbangan Israel – Uni Emirat Arab (UEA) – Penerbangan Pesawat komersial pertama dari Israel ke Uni Emirat Arab (UEA) dan sebaliknya menandakan bahwa hubungan kedua negara semakin menuju ke arah yang normal. Penerbangan tersebut berangkat dari Israel pada Senin (31/8) dan telah mendarat di Abu Dhabi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji penerbangan itu sebagai contoh bentuk nyata perdamaian. Netanyahu pun mengungkapkan ketidakpercayaannya tentang mencapai konsep perdamaian meski ada pendudukan tanah oleh salah satu pihak.

Netanyahu pun setuju untuk menunda rencana untuk mencaplok bagian tepi barat yang saat ini Palestina masih mengklaimnya sebagai negara masa depan mereka.

Palestina sendiri mengecam hal ini, dan menganggapnya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan mereka.

“Perdamaian bukanlah omong kosong untuk digunakan menormalkan kejahatan dan penindasan,” kata salah seorang Petinggi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat.

Erekat mengatakan bahwa perdamaian adalah hasil dari keadilan dan tidak bisa diwujudkan dengan cara menafikan hak Palestina untuk berdiri sendiri.

UAE sendiri telah mencabut undang-undang yang berlaku sejak 1972 tentang pemblokiran Israel.

Penerbangan ini sendiri akan melewati wilayah Arab Saudi. Atas hal ini pihak Arab Saudi mengatakan bahwa mereka telah sepakat untuk mengizinkan penerbangan ini untuk mengudara melewati wilayah udara Arab Saudi.

Namun Arab Saudi tetap menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan mengatakan bahwa posisi Arab Saudi tetap kuat dan teguh terhadap perjuangan Palestina.

Baca Juga: Titik Terang Dari Kasus Djoko Tjandra

Semakin Banyak Negara Arab Yang Mengikuti Langkah UEA

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pejabat-pejabatnya sedang melakukan serangkaian perundingan dengan negara Arab. Untuk meningkatkan hubungan dengan Israel, seperti mengutip dari detik.

Sementara itu, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), Robert O’Brien mengatakan bahwa kedepannya akan semakin banyak negara Arab dan negara muslim yang akan mengikuti langkah UEA dalam membuka hubungan resmi dengan Israel. Meski tidak menyebut secara spesifik nama negara tersebut, namun para pengamat menduga bahwa negara tersebut adalah Oman, Bahrain dan Sudan.