Pengakuan Rizieq Soal Kronologi Baku Tembak dengan Polisi
Beritapapua.Id - Pengakuan Rizieq Soal Kronologi Baku Tembak dengan Polisi - Pikiran Rakyat

Pengakuan Rizieq Soal Kronologi Baku Tembak dengan Polisi – Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab akhirnya buka suara terkait insiden baku tembak antar pengikutnya (Laskar FPI) dengan aparat kepolisian di jalan tol Jakarta-Cikampek. Pada insiden tersebut, 6 dari laskar FPI tewas, sedangkan tidak ada aparat polisi yang menderita luka-luka.

Lewat sebuah rekaman yang diunggah akun YouTube Hendri Official pada Rabu (9/12), Rizieq memaparkan kronologi peristiwa tersebut.

Ia mengaku berada di lokasi saat sejumlah mobil tak dikenal mengikuti rombongannya di tengah tol. Saat itu, Rizieq mengaku tak menduga mobil yang mencoba mendekati mobil rombongannya adalah petugas kepolisian.

“Sama sekali kami tak pernah menduga, kami tak pernah mengira, apalagi kami menuduh. Yang kami tahu mereka adalah orang-orang jahat yang ingin mencelakakan kami,” kata Rizieq.

Rizieq mengatakan jumlah mobil yang mencoba memberhentikannya dengan cara menyalip dari depan lebih dari dua mobil.

“Banyak sekali mobil saling silih berganti berupaya untuk maju ke depan, untuk bisa sampai ke mobil Habib Hanif yang persis ada di belakang saya, bahkan untuk bisa mencapai mobil saya yang berada di depan,” jelas Rizieq.

Rizieq kemudian menjelaskan bahwa laskar FPI yang saat itu mengawalnya, berhasil menghalangi mobil pengintai tersebut. Ia juga menegaskan bahwa tak ada satupun pengawalnya yang membawa senjata saat kejadian.

“Tak ada satupun pengawal kami yang dipersenjatai karena kami tak pernah mengira, kami akan diperlakukan seperti itu. Pengawalan standar keluarga biasa,” kata Rizieq.

Baca Juga: Munarman: Laskar FPI Tidak Dibekali Senjata Api

Terpisah, Diumumkan Hilang, dan Akhirnya Dinyatakan Tewas

Dua mobil pengawal Rizieq tersebut, kemudian terpisah dari rombongan utama dan terjebak bersama dengan mobil pengintai. Satu mobil kemudian kembali ke rombongan, namun satu mobil lain tidak kembali.

Selang beberapa lama kemudian, DPP FPI mengeluarkan rilis, bahwa 6 orang anggota laskar FPI dalam satu mobil menghilang ketika melakukan pengawalan terhadap Rizieq.

Tidak lama setelah rilis dari FPI, pihak kepolisian pun kemudian mengumumkan bahwa 6 anggota FPI (laskar FPI) tewas dalam insiden baku tembak dengan aparat kepolisian di jalan tol Jakarta-Cikampek.

Dalam kronologi versi kepolisian, disebutkan bahwa beberapa aparat kepolisian memang sedang ditugaskan untuk mencari Rizieq. Terkait pemanggilan Rizieq oleh pihak kepolisian. Rizieq dipanggil terkait acara pernikahan putrinya, sekaligus acara peringatan maulid Nabi. Yang diduga melanggar peraturan tentang protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.

Saat melakukan pengintaian, aparat kepolisian mendapatkan hadangan dari laskar FPI yang bertugas mengawal Rizieq. Polisi kemudian mendapati 6 anggota laskar FPI bertindak membahayakan nyawa aparat kepolisian, karena melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam. Aparat kepolisian kemudian bertindak tegas dan menewaskan keenam orang dalam mobil tersebut.