Pengakuan Tersangka Demonstran Perusak Mobil Polisi
Beritapapua.id - Pengakuan Tersangka Demonstran Perusak Mobil Polisi - Tempo

Pengakuan Tersangka Demonstran Perusak Mobil Polisi – Ignatius Peter (21), mahasiswa semester 3 salah satu perguruan tinggi di Jakarta Timur (Jaktim) ditetapkan sebagai tersangka usai terbukti melakukan perusakan terhadap mobil tahanan polisi di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat.

Dalam pengakuannya, Ignatius merasa menyesal telah terlibat dalam aksi kericuhan menolak UU Cipta Kerja tersebut. Ignatius pun berharap agar pihak kepolisian membukakan pintu maaf untuknya.

“Saya nyesal karena adik-adik saya yang SMA dan SMU telah melakukan kerugian yang sangat besar terhadap negara. Saya minta maaf. Untuk bapak polisi yang jadi korban kekerasan adik-adik kami, saya minta tolong dibukakan pintu maaf yang sebesarnya,” kata Ignatius di Direktorat Reserse Kriminal Umum, Sabtu (10/10).

Ignatius juga menjelaskan bahwa Ia baru pertama kali mengikuti demonstrasi. Kepada polisi, ia mengaku bahwa temannya yang mengajaknya untuk ikut serta dalam aksi tersebut.

Sebelumnya, Ignatius berangkat dari rumahnya di Otista, Jakarta Timur menuju lokasi demo bersama temannya pada Rabu (7/10). Sesampainya di lokasi, dirinya kemudian melakukan perusakan sejumlah fasilitas umum. Salah satu yang ia rusak adalah mobil tahanan milik Satuan Reserse Narkorba Polres Jakarta Pusat. Aksinya terekam dalam sebuah video, dan polisi kemudian melakukan penangkapan terhadapnya.

Ia terbukti melanggar Pasal 170 KUHP tentang menyerang dan melawan petugas dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

Baca Juga: Ma’ruf Amin Menjadi Pimpinan Tim Percepatan Pembangunan Papua

Termakan Hoax dan Tidak Tahu UU Cipta Kerja

Dalam pengakuannya, Demonstran perusak mobil polisi Ignatius juga mengaku bahwa Ia termakan hoax, sehingga turut melakukan perusakan. Ia pun mengaku tidak tahu isi dari UU Cipta Kerja.

“Saya terhasut berita hoax, tapi belum tahu isi UU omnibus law secara benar dan jelas,” jelasnya.

Ia pun menampik keterlibatannya dalam penganiayaan polisi. Ia mengatakan bahwa perannya hanyalah merusak fasilitas umum saja.

Polda Metro Jaya sendiri telah menetapkan 87 tersangka dari kasus kerusuhan unjuk rasa di Jakarta dan sekitarnya. Saat ini, pihak Polda Metro Jaya telah menahan 14 tersangka.

“Jadi update terbaru sampai malam ini, memang tadi kami sampaikan ada 87 yang telah naik sidik (penyidikan) semuanya dari 87 itu ada 7 yang telah kita lakukan penahanan. Dari 87 itu sudah 14 tersangka yang sudah kita lakukan penahanan sampai malam ini,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya.