Pengaruh Perang Antara Rusia dan Ukraina Terhadap Indonesia
beritapapua.id - Ilustrasi aktifitas jual beli di pasar. (Foto: Antara)

Perang antara Rusia dan Ukraina masih terus berlanjut. Hal tersebut mengakibatkan harga minyak dunia melonjak naik, mengingat Rusia sebagai salah satu negara penghasil minyak yang berada di urutan tiga teratas. Lantas, apa hanya harga minyak dunia saja yang terdampak dari perang antara Rusia dan Ukraina?

Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami dampak cukup besar akibat perang antara Rusia dan Ukraina. Mulai dari kenaikan harga pangan hingga energi. Beberapa dampak lainnya adalah sebagai berikut:

1. Kenaikan harga pangan

Dampak perang antara Rusia dan Ukraina yang dirasakan oleh Indonesia salah satunya adalah di bidang ekspor. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS), Ukraina memasok 2,96 juta ton gandum atau setara 27% dari total 10,29 juta ton yang diimpor Indonesia pada 2020.

Baca Juga: Wujudkan Tujuan NKRI, Indonesia Wajib Belajar 12 Tahun Gratis

Bhima Yudhistira selaku Direktur Center of Economic and Law Studies mengatakan bahwa kenaikan harga gandum cepat atau lambat akan berdampak pada konsumen di Indonesia, mengingat gandum merupakan bahan baku dari produk pangan seperti mi instan dan terigu.

2. Penurunan pasar modal

Dilansir dari kompas.com, nilai ekspor Indonesia ke Rusia spade bulan Januari berada di angka 170 juta dollar AS, sedangkan untuk Ukraina sebesar 5 juta dollar AS. Namun karena agresi militer yang dilakukan oleh Rusia, negara tersebut terkena embargo perdagangan. Sehingga Indonesia tidak dapat melakukan ekspor ke Rusia. Akibatnya pasar modal Indonesia akan mengarami penurunan yang ternyata juga dialami oleh negara-negara lainnya di seluruh dunia.

3. Kehilangan pendapatan karena ekspor turun

Rusia menjadi salah satu negara tujuan ekspor Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa nilai ekspor Indonesia ke negara Rusia capai 176,5 juta dolar Amerika atau Rp2,52 triliun. Angka tersebut berkembang 58,69% jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan Desember 2021 yang mana hanya US$111,2 juta.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dikarenakan Rusia sedang mengalami embargo, maka Indonesia harus kehilangan tujuan ekspor beberapa produk seperti karet, lemak hewan dan juga kakao.