Penjelasan Ahli Soal Dentuman Misterius yang Terjadi Sabtu Lalu
beritapapua.id - Penjelasan Ahli Soal Dentuman Misterius yang Terjadi Sabtu Lalu - Antara

Adanya suara dentuman misterius yang terdengar di sekitar Jabodetabek pada hari Sabtu pagi masih meninggalkan tanda tanya besar di tengah-tengah masyarakat. Ada yang mengaitkan suara dentuman tersebut berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau, karena kejadian tersebut bertepatan dengan terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau.

Selain itu, ada pula yang mengaitkan kejadian tersebut berasal dari adanya empat asteroid yang melintasi bumi. Kabar tersebut beredar melalui jejaring sosial WhatsApp dan di dalam pesan tersebut terdapat artikel dari situs berita tabloid Inggris, The Sun yang menjelaskan adanya empat asteroid yang melintasi bumi sehingga memberi implikasi dentuman misterius terjadi karena asteroid.

Namun, kabar tersebut dibantah oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Menurut kepala LAPAN homas Djamaluddin, tidaklah logis jika dentuman suara yang terjadi akibat asteroid.

“Asteroid yang lewat jaraknya sangat jauh, lebih jauh dari jarak bumi-bulan. Kemarin tidak ada asteroid jatuh di Indonesia. Jadi tidak ada kaitan suara dentuman dengan asteroid,” ujar Thomas kepada Liputan6.com, Minggu (12/4/2020).

Thomas menegaskan bahwa pesan beredar terkait asteroid dan dentuman merupakan kabar tidak benar. “Berita yang mengaitkan suara dentuman dengan asteroid pasti hoax,” pungkasnya.

Selain itu, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG Kementerian ESDM Hendra Gunawan menyebut suara dentuman terdengar di pos pengamat Gunung Gede dan Gunung Salak.

“Di Pos Gunung Salak mengidentifikasi dentuman petir, tapi cuaca tidak hujan di sekitar pos,” ujar Hendra, Sabtu (11/4/2020).

PVMBG menegaskan bahwa dentuman keras yang terdengar di Jakarta hingga Depok, Jawa Barat bukan karena Gunung Anak Krakatau. Sebab, erupsi di gunung tersebut bersifat strombolian sehingga tidak menghasilkan suara dentuman yang keras.

Baca Juga: Pasutri di Saparua Positif Covid-19 Hasil Rapid Test

Ahli Vulkanologi ITB: Dentuman Bisa Terjadi Karena Aktivitas Magma

Volkanolog Institut Teknologi Bandung (ITB) Mirzam Abdurrachman mengatakan suara dentuman bisa terjadi salah satunya karena aktivitas magma dari suatu gunung api. Hal itu terjadi akibat perpindahan magma secara tiba-tiba dari dapur magma ke lokasi yang lebih dangkal.

“Kejadian ini (aktivitas magma) mengakibatkan terjadinya kekosongan dan ambruknya dapur magma dalam. Sehingga menghasilkan dentuman dan getaran di daerah sekitarnya,” kata Mirzam dikutip dari laman resmi ITB, Minggu (12/4).

Lebih lanjut Mirzam menuturkan fenomena underground explosion pada suatu aktivitas magma yang mengeluarkan dentuman bisa dan tidak selalu diikuti oleh suatu erupsi gunung api.

Ia menjelaskan, hipotesis tersebut didasarkan pada peristiwa serupa yang terjadi di tiga gunung api di tiga negara yaitu, Gunung Api Miyakejima Jepang pada 2000, Gunung Piton de La Fournaise Pulau Reunion (2007), dan gunung di Kepulauan Mayotte Perancis (2018).

“Hipotesis atau dugaan tersebut masih perlu dikaji dan dibuktikan apakah dentuman keras misterius tersebut mempunyai hubungan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat lalu,” kata Dosen Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB itu.