Penjual Buah dan Es Buah Mendapatkan Keuntungan Lebih Saat PON XX
beritapapua.id - Tampak aktifitas seorang penjual buah dan pembeli. (foto: Jubi)

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang bergulir pada 2-15 Oktober lalu masih mengisahkan cerita manis untuk Para pedagang buah dan es di pertigaan Jalan Genyem.

Pasalnya para pedagang buah dan es buah yang di wilayah itu kebanjiran pembeli saat PON XX sedang berlangsung di Kabupaten Jayapura.

Hal ini lantaran saat itu kebutuhan buah juga menjadi sangat tinggi, karena banyak permintaan datang dari para atlet dan official yang tidak mendapatkan tambahan buah saat konsumsi makan.

Salah seorang penjual buah, bernama Lina Yaboisembut mengatakan para atlet dan official banyak untuk membeli buah demi kebutuhan mereka.

“Selama pelaksanaan PON XX, ada banyak atlet dan official yang datang membeli buah di sini,” ujar Lina, Selasa (19/10/2021).

Lina juga mengatakan ada berbagai jenis buah yang para penjual siapkan, seperti mangga, buah naga, jeruk, pepaya, dan durian. Namun yang paling banyak peminatnya adalah buah mangga, jeruk dan buah naga.

Ia mengatakan bahwa setiap harinya bisa menghabiskan enam sampai tujuh karung besar dalam menjual buah-buah tersebut.

“Setiap pagi ada enam sampai tujuh karung besar. Baru setengah hari stok jualan sudah habis, dan menjelang sore ada tambahan tiga hingga empat karung lagi,” ujarnya.

Selalu Ada Pembeli Setiap Hari

Hal senada juga disampaikan oleh Yati, pedagang es buah di pertigaan jalan genyem. Bahwa setiap hari, lapak es buah nya selalu dipenuhi para pembeli. Kebanyakan dari mereka yang sedang mengikuti PON XX di Kabupaten Jayapura.

”Ada satu atau dua tim baseball, dari Jawa atau Sumatera yang datang ke sini untuk membeli buah sekaligus mencicipi es buah,” ujar Yati.

Baca Juga: Pasca Terjadi Bentrok Pasar Youtefa Abepura Terlihat Kondusif

Ia juga mengatakan bahwa PON XX yang berlangsung di Jayapura sangat memberikan dampak besar untuk usahanya. Dan pendapatannya juga meningkat saat PON XX berlangsung di Kabupaten Jayapura.

”Dari modal limaratus ribu, setiap hari hanya bisa kelebihan tiga ratus ribu bahkan lebih sedikit mencapai limaratus ribu tergantung pembeli. Tetapi kemarin saat adanya PON XX, setiap hari pemasukan mencapai satu juta lima ratus ribu setiap hari. Bahkan dua hari sebelum penutupan, pernah mencapai dua juta rupiah. Senang juga, ada uang yang lebih untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.