Penonton Yang Hadir di Pertandingan PON XX Harus Sudah Vaksinasi Kedua
beritapapua.id - Menko PMK Muhadjir Effendy. (foto: merdeka)

Penonton yang hadir di arena pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua harus memenuhi persyaratan yang ada, salah satunya adalah sudah menjalani suntik vaksinasi Covid-19 dosis kedua. Sedangkan capaian vaksinasi di daerah klaster PON harus di atas 70 persen.

Dalam hal ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan semua elemen akan mengupayakan percepatan capaian vaksinasi tersebut.

“Sesuai persyaratan 25 persen penonton dari kapasitas venue dan penonton harus sudah mendapatkan vaksin dosis kedua. Saat ini Kemenkes bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI dan Polri sedang melakukan percepatan jangkauan vaksin dengan target di atas 70 persen hingga akhir September 2021 di seluruh lokasi event PON,” kata Muhadjir Effendy saat menyampaikan keterangan pers secara virtual melalui YouTube Kemenko PMK dari Jakarta, Senin (27/09/2021).

Ia juga mengimbau agar pihak penyelenggara bisa mengantisipasi adanya kerumunan saat pelaksanaan pembukaan PON dan pertandingan.

Memastikan Kondisi Penonton Yang Hadir

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta seluruh pihak terkait untuk memastikan penonton dalam kondisi sehat.

Oleh karena itu, ia mengatakan harus ada skrining kepada penonton yang hadir untuk memastikan kondisinya sehat. Hal ini ia merupakan salah satu upaya agar tidak muncul klaster baru selama pelaksanaan PON XX.

Baca Juga: PB Pelti Papua Optimis Tim Tenis Papua Raih Medali Emas di PON XX

“Kami berkoordinasi bagaimana penggunaan PeduliLindungi ataupun alat skrining lainnya yang bisa bersifat manual bisa memastikan penonton yang masuk memang sehat, sehingga tidak membuat klaster baru,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto mengatakan pembukaan PON harus tertib dan tidak memicu kerumunan. Untuk itu pihak penyelenggara akan mengadopsi pengaturan pengunjung berstandar internasional.

“Pembukaan PON harus tertib tidak memicu kerumunan dan sesuai arahan Presiden itu adalah maksimal 25 persen. Strategi kami hampir mirip pada saat pengaturan pembatasan di pembukaan Olimpiade London,” katanya.

Ia juga mengatakan pihak panitia tidak hanya membatasi penonton, namun juga hak istimewa dari para atlet maupun official juga terbatas.