Penutupan Akses Udara dan Laut Sementara di Papua
beritapapua.id - Penutupan Akses Udara dan Laut Sementara di Papua - teropongnews

Penutupan Akses Udara dan Laut Sementara di Papua – Provinsi Papua sudah melakukan penutupan akses pelayaran beberapa hari lalu. Hal terebut dilakukan sebagai upaya pencegahan, pengendalian dan penanggulangan virus Corona atau Covid-19 khususnya di Papua, selain itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua juga menutup akses penerbangan ke Bumi Cendrawasih.

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, mulai 26 Maret hingga 9 April 2020. Akses orang atau penumpang baik melalui laut maupun udara akan ditutup sementara, guna mencegah penyebaran virus Corona di Papua.

“Namun untuk angkutan barang dan bahan makanan tetap akan dibuka” ucap Gubernur Enembe seusai memimpin rapat Forkopimda terkait Covid-19 di Jayapura, dikutip dari antaranews.com. Enembe juga menuturkan penutupan tersebut dilakukan hingga 14 hari ke depan dan akan diperpanjang bila terjadi peningkatan kasus.

Enembe juga meyakinkan bahwa tidak ada istilah lockdown yang diberlakukan, melainkan hanya pembatasan sosial. Dia menegaskan hal tersebut juga berlaku bagi penumpang kapal PT. Pelni yang tidak akan diizinkan turun.

“Hanya barang yang diperbolehkan turun di bandara dan pelabuhan di Papua” ucap Gubernur Papua Lukas Enembe. Penutupan jalur penerbangan dan pelayaran ke Papua telah disepakati dalam rapat penanganan dan pencegahan Covid-19 yang digelar Lukas Enembe dan sejumlah pemimpin daerah lainnya.

Penandatanganan kesepakatan bersama tersebut sesuai dengan surat Gubernur Papua Nomor 440/3235/SET tangga; 17 Maret 2020. Status pencegahan Covid-19 Provinsi Papua adalah Siaga Darurat dimulai 17 Maret sampai dengan 17 April 2020.

Baca Juga: Bukti Lockdown Perlu Persiapan Matang

Jumlah Pasien Corona di Papua

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua menyebutkan, Jumlah warga positif terinfeksi Covid-19 di Papua bertambah menjadi 9 orang dari sebelumnya 7 orang.  “Penambahan 2 Pasien Positif berasal dari Timika dan keduanya berjenis kelaim perempuat” ucap Sekretaris Dinas Kesehatan Papua Silvanus Sumele.

9 orang pasien yang teridentifikasi positif Covid-19 itu tersebut di tiga kota yakni Jayapura sebanyak lima kasus, Timika 2 kasus, dan Merauke sebanyak 2 kasus. Sumele menjelaskan untuk kasus di Merauke yang bersangkutan setelah dinyatakan positif Covid-19 kemudian diisolasi.

Sumule mengatakan hingga saat ini jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Papua sebanyak 43 orang dan yang masuk kedalam orang dalam pemantauan (ODP) Sebanyak 5.569 orang. Dengan meningkatnya jumlah ODP itu diharapkan masyarakat lebih mematuhi imbauan pemerintah yang meminta membatasi diri dalam beraktivitas, yakni bila tidak penting tidak ke luar rumah guna mencegah penyebaran Covid-19.