Peparnas XVI Sukses Tanpa Ada Penyebaran Covid-19
beritapapua.id - Kepala Dinkes Jayapura, Khairul Lie. (foto: Alan Youwe)

Pelaksanaan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua yang berlangsung di Kabupaten Jayapura sejak 8-13 November 2021 pekan kemarin sukses berjalan tanpa ada penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie mengatakan ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak yang terlibat di Peparnas XVI kemarin.

Ia juga mengatakan sebelumnya semua peserta yang berasal dari berbagai Provinsi juga telah menjalani pemeriksaan oleh petugas medis sejak kedatangan hingga pelaksanaan Peparnas di Kabupaten Jayapura.

Langkah itu merupakan salah satu bentuk pencegahan dalam mengantispasi adanya penyebaran Covid-19 di pelaksanaan Peparnas XVI.

Khairul mengatakan bahwa saat pelaksanaan Peparnas juga pihak panitia telah mensiagakan satu tim paramedis untuk bersiaga di setiap hotelnya. Dalam satu tim paramedis tersebut terdiri dari satu dokter dan lima tenaga perawat serta satu driver.

Hal yang sama juga pihak panitia lakukan di beberapa venue seperti angkat berat, panahan menembak dan aquatik serta istora. Hanya di Stadion Utama Lukas Enembe yang mendapatkan penambahan tim paramedies yaitu sebanyak dua tim paramedis.

Menurutnya, Peparnas yang berlangsung di Kabupaten Jayapura termasuk yang terbaik. Sebab pada pelaksanaanya tidak ada kasus Covid, tanpa kasus cedera atau penanganan medis yang serius.

Kasus Cedera Ringan

Dan selama pelaksanaan Peparnas XVI, di setiap tempat penyelenggaraan para medis hanya mendapati kasus cedera ringan dan faktor nonteknis lainnya.

“Aturan mengharuskan tenaga medis selalu ada di setiap pertandingan, tidak ada medis yang siap maka pertandingan tidak akan berlangsung. Apalagi yang menjadi peserta Peparnas XVI kali ini adalah mereka sebagai penyandang disabilitas. Tenaga medis yang ditugaskan juga adalah mereka-mereka yang benar memiliki kamampuan ketika menangani pasien difabel, baik itu tunarungu, netra, daksa, wicara, grahita dan yang menggunakan fasilitas pendukung seperti kursi roda dan tongkat,” jelasnya.

Baca Juga: Jelang 1 Desember Polisi Perketat Keamanan di Area PT Freeport

Khairul menambahkan, petugasnya akan melaksanakan tugas-tugas medis sampai dengan kepulangan para peserta dari Kabupaten Jayapura.

“Semua hal harus dipastikan aman sampai dengan selesainya pelaksanan kegiatan. Demikian juga dengan peserta yang datang ke sini dan ketika pulang ke tempat mereka harus dalam kondisi sehat,” katanya.

Sementara itu, Immanuel de Sousa salah satu warga Kota Sentani yang juga terlibat dalam kegiatan Peparnas sebagai Panitia Penyelenggara Cabang Atletik, mengaku sangat mengapresiasi akan kinerja para petugas medis di Stadion Utama Lukas Enembe.

“Dengan keterbatasan peserta yang mengikuti lomba, baik lari, lompat dan lempar, petugas medis selalu siap siaga dan memberikan pelayanan terbaik. Dan yang paling sering terjadi insiden saat bertanding adalah di nomor lari. Dengan anggota tubuh yang kurang, sering sekali dalam lintasan lari saat lomba, ada peserta yang jatuh karena kelelahan, terkilir dll. Apalagi mereka yang tunanetra, walaupun ada pendamping yang mengawal saat berlomba, pasti ada yang jatuh di tengah lintasan dari sekian peserta yang berlomba. Para medis selalu siap dalam tugas-tugas mereka,” katanya.