Peran Ganda Hutan Mangrove
Peran Ganda Hutan Mangrove

Hutan Mangrove terbaik di Indonesia terdapat di pantai barat daya Papua sekitar Teluk Bintuni yang mencapai luas 1,3 juta ha, yang merupakan sepertiga dari luas hutan mangrove Indonesia, sedangkan sisanya terdapat di pantai utara Jawa, pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan.

Ekosistem hutan mangrove merupakan sumber daya alam yang memberikan banyak keuntungan bagi manusia. Hal tersebut dikarenakan produktivitasnya yang tinggi serta kemampuannya memelihara alam. Hutan mangrove memproduksi nutrien yang dapat menyuburkan perairan laut dan membantu dalam perputaran karbon, nitrogen dan sulfur. Tidak hanya itu, hutang mangrove juga membuat perairan kaya akan nutrien baik nutrien organik maupun anorganik.

Baca Juga: Taksi Air SUBITU Trans Maritim

Fungsi Hutan Bakau

Fungsi hutan bakau yang terpenting bagi daerah pantai adalah menjadi penyambung darat dan laut, serta peredam gejala-gejala alam yang ditimbulkan oleh perairan, seperti abrasi, gelombang, badai dan juga merupakan panyangga bagi kehidupan biota lainnya yang merupakan sumber penghidupan masyarakat sekitamya. Selain itu fungsi ekologis hutan bakau yang penting adalah sebagai daerah asuhan (nursery ground), daerah mencari makan (feeding ground) dan daerah pemijahan (spawning ground) bermacam biota perairan (ikan, udang dan kerang-kerangan) baik yang hidup di perairan pantai maupun lepas pantai.

Dasar hutan bakau itu menjadi tempat sembunyi kepiting yang menjadi komoditi terbesar di Teluk Bintuni. Bidang perikanan merupakan cabang usaha yang dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan utama bagi masyarakat di Kawasan Teluk Bintuni, di samping kegiatan menokok sagu. Kegiatan nelayan di Kawasan Teluk Bintuni, terutama di Distrik Babo dan Distrik Aranday sebagian besar bersumber dari hasil tangkapan udang. Sedangkan pada Distrik Bintuni bersumber dari hasil tangkapan ikan dan kepiting.

Hutan bakau juga berfungsi sebagai tempat pembibitan bagi banyak spesies ikan, termasuk ikan terumbu karang. Sebuah studi menunjukkan bahwa jumlah spesies ikan di sekitar hutan bakau yang masih rimbun. Yaitu 25 kali lebih banyak ketimbang jumlah ikan di bekas area hutan bakau yang sudah ditebang. Ini membuktikan bahwa hutan bakau sangat penting bagi sektor perikanan, termasuk terumbu karang. Mangrove di Teluk Bintuni terkenal dengan nama mangi mangi. Mangrove itu menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat.