Perbedaan Sari Anggur dan Khamr
Perbedaan Sari Anggur dan Khamr

Perbedaan Sari Anggur dan Khamr – Kita mengetahui bahwa umat muslim tidak boleh meminum minuman keras. Secara bahasa, khamr bermakna minuman yang dapat memabukkan. Termasuk dari khamr adalah segala minuman yang dapat menutupi akal.

Perbedaan Sari Anggur dan Khamr?

Khamr boleh berasal dari berbagai macam bahan makanan. Biasanya, minuman ini berasal dari buah-buahan. Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu anhu pernah menyebut asal-usul khamr ini. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia mendengar ayahnya berkata,

أَمَّا بَعْدُ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّهُ نَزَلَ تَحْرِيمُ الْخَمْرِ وَهْىَ مِنْ خَمْسَةٍ ، مِنَ الْعِنَبِ وَالتَّمْرِ وَالْعَسَلِ وَالْحِنْطَةِ وَالشَّعِيرِ ، وَالْخَمْرُ مَا خَامَرَ الْعَقْلَ

“Amma ba’du. Wahai sekalian manusia, Allah telah menurunkan pengharaman khamar. Khamar itu berasal dari lima macam: anggur, kurma, madu lebah, hinthoh (gandum), dan sya’ir (gandum). Khamar adalah segala sesuatu yang dapat menutupi akal.” (HR. Bukhari, no. 5581 dan Muslim, no. 3032).

Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa anggur merupakan bahan dasar khamr. Selain itu, khamr dari segi bahasa punya makna sebagai perasan anggur. Hal ini membuat kasus ini menjadi menarik. Lantas, apakah sari anggur termasuk khamr? Dan, apakah haram meminum sari anggur?

Selanjutnya, apakah haram meminum sari buah dan makanan tersebut? Untuk itu, mari kita tilik pendapat para ulama, mengutip dari rumaysho.com.

Pendapat Pertama: Pengertian Khamr Itu Luas

Baca juga: Gubernur Minta Pelaksanaan PON Papua Ditunda Sampai Tahun 2022

Sebelumnya kita ketahui bahwa khamr bisa bermakna perasan anggur. Lantas, apakah haram meminumnya bahkan sekadar sarinya saja? Untuk itu kita perlu memahami makna khamr secara syar’ir.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

“Setiap yang memabukkan adalah khamar. Setiap yang memabukkan pastilah haram.” (HR. Muslim, no. 2003).

Kemudian, dari hadis tersebut kita mengetahui bahwa secara syar’i, khamr punya makna yang luas. Tidak mengacu hanya pada perasan anggur saja. Namun, khamr mengacu kepada segala sesuatu yang memabukkan.

Begitu pula hadis dari Aisyah radhiyallahu anha. Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengatakan,

كُلُّ شَرَابٍ أَسْكَرَ فَهُوَ حَرَامٌ

“Setiap minuman yang memabukkan, maka itu adalah haram.” (HR. Bukhari, no. 5586 dan Muslim, no. 2001).

Pendapat Kedua: Anggur yang Memabukkan Haram

Pendapat kedua menyebut perbedaan sari anggur dan anggur perasan. Dalam kitab Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, terdapat pandangan tentang makna khamr. Bahwa, khamr adalah sari anggur yang memabukkan. Ulama Syafiiyyah, murid Abu Hanifah seperti Abu Yusuf dan Muhammad, dan sebagian ulama Malikiyyah menganut pandangan ini.

Demikian, anggur yang memabukkan adalah haram. Mengacu pada pandangan pertama, bahwa seluruh minuman yang memabukkan adalah haram. Tak hanya perasan anggur saja. Namun, seluruh minuman yang memabukkan.

Lantas, bagaimana dengan sarinya? Apabila minuman tersebut tidak memabukkan makan tidak mengapa. Namun perlu kita ketahui tentang minuman tasyabuh atau minuman yang menyerupai minuman keras.

Beberapa waktu lalu terdapat kasus ke-halal-an wine tanpa alkohol. Ketua Komisi Fatwa (KF) MUI, Prof. Dr.H. Hasanuddin AF, MA, menyebut minuman tersebut meragukan. Menurut beliau, minuman tersebut menyerupai minuman keras.

“Kami tidak memproses sertifikasi halal yang diajukan perusahaan itu, walaupun kami juga tidak menyatakan produk tersebut haram. Karena memang tidak mempergunakan bahan yang haram,” jelas Prof. Dr.H. Hasanuddin, mengutip dari halamui.org

Dengan demikian, Majelis Ulama Indonesia tidak memberikan label halal pada minuman tersebut.

Akhirnya, kita sampai pada kesimpulan bahwa anggur maupun makanan lainnya yang memabukkan adalah haram. Bahkan, yang menyerupai pun juga haram. Namun, jika hanya sekadar sari buah anggurnya tanpa ada fermentasi hal itu boleh.

Karena itu, berhati-hatilah dalam memilih makanan dan minuman. Pendeknya, kita perlu mempelajari apa makanan-minuman yang boleh dan yang tidak.