Perbuatan Firli Runtuhkan Kepercayaan Publik
Beritapapua.id - Perbuatan Firli Runtuhkan Kepercayaan Publik - Kompas

Perbuatan Firli Runtuhkan Kepercayaan Publik – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) sudah menyatakan bahwa Ketua KPK Firli Bahuri melanggar etik terkait gaya hidup mewah. Atas pelanggarannya, Dewas KPK menjatuhkan sanksi Teguran Tertulis II.

Anggota Dewas KPK, Albertina Ho mengatakan bahwa perbuatan Firli yang menggunakan helikopter sewaan dalam perjalanan pribadinya mendapatkan tanggapan negatif dari publik.

“Perbuatan Terperiksa menggunakan pesawat helikopter sewaan untuk melakukan perjalanan pribadi tersebut telah meinumbulkan tanggapan negatif dari berbagai kalanan masyarakat melalui pemberitaan media massa,” kata Albertina dalam sidang pembacaan putusan yang disiarkan disiarkan secara streaming, Kamis (24/9).

Albertina juga menambahkan bahwa perbuatan Firli berpotensi untuk meruntuhkan kepercayaan publik terhadap Firli selaku Ketua KPK.

Namun, dalam persidangannya, Firli juga mendapatkan sejumlah keringanan. Diantaranya, bahwa Firli belum pernah menerima hukuman akibat pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK. Namun, terdapat juga hal yang memberatkan Firli, yakni bahwa Firli tidak menyadari pelanggaran yang dilakukan serta tidak menjadi teladan.

“Terperiksa tidak menyadari pelanggaran yang telah dilakukan. Terperiksa sebagai Ketua KPK yang seharusnya menjadi teladan malah melakukan yang sebaliknya,” kata Albertina.

Baca Juga: Kiriman Bunga dari Jokowi ke Kim Jong Un

Sanksi Untuk Firli

Dewas KPK menyatakan Firli terbukti melanggar Pasal 4 Ayat (1) huruf n dan Pasal 8 Ayat (1) huruf f Peraturan Dewan Pengawas KPK Nomor 02 Tahun 2020. Terkait Penegakkan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK. Selain itu, Dewas KPK juga menilai Firli tidak mengindahkan kewajiban. Untuk menyadari bahwa seluruh sikap dan tindakannya selalu melekat dalam kapasitasnya sebagai insan KPK.

Atas pelanggarannya, Dewas menjatuhkan sanksi ringan berupa Teguran Tertulis 2 kepada Firli.

“Menghukum Terperiksa dengan sanksi ringan berupa Teguran Tertulis 2 yaitu agar Terperiksa tidak mengulangi perbuatannya. Dan agar Terperiksa sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi senantiasa menjaga sikap dan perilaku. Dengan menaati larangan dan kewajiban yang diatur dalam Kode Etik dan Pedoman Perilaku Komisi Pemberantasan Korupsi,” kata Tumpak, Ketua Dewas KPK.

Sebelumya, Firli terbukti menggunakan helikopter sewaan bersama istri dan dua anaknya. Dalam perjalanan dari Palembang ke Baturaja, dan dari Baturaja ke Palembang pada Sabtu (20/6). Dan perjalanan dari Palembang ke Jakarta pada Minggu (21/6). Harga sewa helikopter tersebut berkisar Rp 7 juta per jam.