Perdana Menteri Jepang Mengundurkan Diri
Beritapaua.id - Perdana Menteri Jepang Mengundurkan Diri - Radiobrite

Perdana Menteri Jepang Mengundurkan Diri – Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Abe yang sebelumnya memimpin Jepang selama delapan tahun berturut-turut mengatakan bahwa Ia mundur beberapa jam setelah memberi tahu koalisi yang berkuasa bahwa Ia menderita masalah kesehatan.

Dalam keterangannya, Shinzo Abe mengatakan bahwa Ia khawatir penyakit itu akan mempengaruhnya dalam membuat keputusan. Abe telah menderita penyakit kolitis ulserativa, penyakit kronis inflamasi, selama bertahun-tahun. Abe sendiri mengungkapkan bahwa kondisinya mulai memburuk sekitar pertengahan bulan lalu.

Sebelumnya Abe kemudian meminta maaf kepada negaranya, dan mengatakan bahwa Ia tidak ingin pengundurannya tersebut menimbulkan masalah bagi politik dalam negeri Jepang. Sambil menahan air mata, Abe menyerahkan kepada Jepang untuk menilai warisannya selama Ia menjabat.

Ia pun menyatakan penyesalannya terkait perjanjian damai dengan Rusia. Abe mengatakan agar pemerintahan yang baru nantinya dapat melanjutkan upaya dalam perjanjian damai tersebut. Abe sendiri sering menerima kritik terkait kebijakannya dalam penanganan pandemi covid-19. Pihak pengkritik menilai kebijakan seringkali berjalan lambat, tidak efektif dan efisien.

Selain itu, Abe mengisahkan beberapa kinerja selama pemerintahannya, yakni bahwa telah tercipta empat juta lapangan pekerjaan dalam rangka menjalankan perekonomian Jepang. Atas reputasinya tersebut, kebijakan Abe sering mendapat sebutan “Abenomics”.

Abe sendiri telah menjabat sejak tahun 2012 dan merupakan PM terlama sepanjang sejarah Jepang.

Baca Juga: Ketua IDI Papua Barat Gugur Karena Corona

Abe Masih Menjabat Sampai Perdana Menteri Yang Baru Terpilih

Abe sendiri masih akan menjabat sebagai perdana menteri sampai dengan penunjukan perdana menteri yang baru.

Pemilihan perdana menteri baru akan pada Selasa (1/9) akan melibatkan pihak parlemen. Dan sosok yang terpilih nantinya akan menjabat hingga September 2021.

Ada beberapa kandidat potensial sebagai calon perdana menteri Jepang, yakni Wakil Perdana Menteri Jepang Taro Aso, Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga, dan Ketua Bidang Politik Partai Liberal Demokrat.

Meski begitu, ketiga sosok tersebut diyakini tidak akan dapat membawa perubahan yang signifikan terhadap kondisi politik Jepang saat ini.