Perjanjian Damai Antara UEA dengan Israel
beritapapua.id - Perjanjian Damai Antara UEA dengan Israel - Kristiani.News

Perjanjian Damai Antara UEA dengan Israel – Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel telah sepakat untuk menormalisasi hubungan dan Israel setuju untuk tidak melakukan aneksasi di Tepi Barat sebagai bagian dari perjanjian damai tersebut.

Kabar bersejarah ini diumumkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump di akun twitternya.

Donald Trump kemudian menyebut bahwa kesepakatan antara perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed Al Nahyan sebagai momen yang benar-benar bersejarah dan terobosan menuju perdamaian. Trump sendiri adalah pihak yang membantu menengahi pembicaraan kedua negara.

“Sekarang es telah pecah, saya berharap lebih banyak negara Arab dan Muslim akan mengikuti Uni Emirat Arab,” ujar Trump, seperti yang dikutip dari BBC.

Trump sebelumnya sempat menyinggung soal rencana perdamaian Timur Tengah pada Januari lalu.

Baca Juga: Peringatan 75 Tahun Kemerdekaan di Tengah Pandemi

Dukungan dari Bahrain, Oman dan Yordania

Yordania, negara tetangga Israel, mengatakan kesepakatan yang diumukan antara Israel dan UEA dapat mendorong negoisasi perdamaian yang sempat terhenti.

Oman menyatakan dukungan atas keputusan UEA untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Oman mengharapkan perjanjian itu bisa berkontribusi pada perdamaian yang menyeluruh, adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.

Bahrain dalam pernyataannya menyebut perjanjian damai antara UEA dan Israel itu meningkatkan kesempatan bagi terwujudnya perdamaian di kawasan Timur Tengah. Bahrain bahkan memuji Amerika Serikat (AS) yang bertindak sebagai penengah dalam upaya mewujudkan kesepakatan UEA dan Israel.

Penolakan Palestina

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menolak kesepakatan tersebut. Palestina bahkan menarik duta besarnya dari UEA sebagai bentuk protes terhadap kesepakatan damai tersebut.

“Kesepakatan itu adalah pengkhianatan terhadap Yerusalem, Al Aqsa, dan perjuangan Palestina,” kata juru bicara pemerintah Palestina, Abu Rudeineh.

Dikutip dari Warga Palestina dari seluruh spektrum politik pada Kamis mengecam keras perjanjian normalisasi antara Israel dan Uni Emirat Arab, menyebutnya sebagai pengkhianatan terhadap orang Arab dan Palestina.

Banyak orang Palestina dan Arab turun ke media sosial untuk mengekspresikan kemarahan atas perjanjian tersebut, beberapa menyebutnya sebagai “nakba baru” atau bencana. Mereka juga mengejek Uni Emirat Arab sebagai Uni Emirat Zionis dan pengkhianat seperti yang dikutip dari Jerusalem Post.

Hamas sendiri menyatakan bahwa kesepakatan damai tersebut tidak melayani kepentingan Palestina.