Perkembangan Data Covid-19 di Indonesia, Gejala Omicron Meningkat
beritapapua.id - Ilustrasi varian baru Covid-19, Omicron. (Foto: NBC Boston)

Data terkait kasus penyebaran Coronavirus atau Covid-19 di Indonesia baru saja diperbaharui. Dikabarkan sebanyak 25.054 kasus positif Covid-19 terjadi di Indonesia pada Senin, 28 Februari 2022 kemarin.

Mayoritas penularan Coronavirus kali ini adalah tipe Omicron, dengan gejala batuk kering dan tenggorokan gatal, letih dan atau badan terasa pegal-pegal, hidung tersumbat, demam, mual, kesulitan bernafas dan atau diare.

Varian Omicron ini tidak memiliki kasus rawat inap seperti varian Delta. Jumlah kasus rawat inapnya lebih sedikit dan angka kesembuhannya lebih tinggi. Namun meskipun demikian, tingkat penularan dan penyebaran varian Omicron ini jauh lebih cepat.

Terlepas dari apa jenis variannya, dalam Covid ini juga terdapat istilah Long Covid. Long Covid adalah sebutan untuk seseorang yang masih memiliki virus Covid-19 lebih lama atau lebih dari 14 hari. Namun walaupun virus tersebut masih terdapat di dalam tubuh, tidak sedikit individu yang terkena Long Covid sudah merasa lebih baik dalam jangka waktu tertentu.

Baca Juga: Kronologi Singkat dan Dampak Perang Antara Rusia dan Ukraina Bagi Dunia

Dikutip dari CNBC Indonesia, Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan Long Covid mempengaruhi pada pasien dengan tingkat parah dan ringan.

Beberapa gejala yang biasanya ditemui pada pasien terinfeksi Coronavirus adalah kelelahan. Tidak sedikit juga yang mengeluhkan sesak napas, sakit kepala luar biasa dan brain fog.

Meskipun varian Omicron dapat dikatakan keluhan mayoritas gejalanya lebih ringan dibandingkan dengan varian Delta. Pemerintah tetap menghimbau agar masyarakat bisa mentaati protokol kesehatan. Hal tersebut tentunya dilakukan untuk mengurangi dan ataupun sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Covid di Dunia Berdasarkan Worldometers

Terhitung sejak hari ini, kasus terkait Covid-19 yang tercatat di seluruh dunia atau perhitungan secara global adalah 436.819.734 kasus positif Covid-19, 5.973.787 kasus meninggal dunia karena Covid-19, 367.718.395 kasus sembuh dair Covid-19. Tidak sampai di situ saja, hingga saat ini tercatat sebanyak 63.127.552 kasus aktif dengan rincian 63.052.605 dalam kondisi sedang dan 74.947 dalam kondisi kritis.