Perkuliahan dengan Sistem Tatap Muka masih dilarang
beritapapua.id - Perkuliahan dengan Sistem Tatap Muka masih dilarang - Tribunnews

Perkuliahan dengan Sistem Tatap Muka masih dilarang – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengatakan sistem pembelajaran pada tahun ajaran baru 2020/2021 untuk perguruan tinggi pada semua zona akan tetap dilakukan secara daring. Hal ini wajib dilaksanakan oleh masing-masing institusi perguruan tinggi menyusul masih adanya fenomena pandemi Covid-19. Nadiem Makarim juga mengatakan bahwa tahun akademik pendidikan tinggi akan tetap dimulai pada Agustus 2020. Namun, pembelajaran di perguruan tinggi di semua zona masih dilakukan secara daring hingga nantinya ada kebijakan lebih lanjut.

Dalam konferensi video Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19, Nadiem menegaskan bahwa keselamatan adalah nomor satu. Sehingga untuk saat ini perguruan tinggi masih melakukan pembelajaran secara daring. Keputusan dari Kemendikbud ini nantinya mungkin berubah, namun untuk saat ini pembelajarannya masih harus dilakukan secara daring untuk semua zona. Adapun tahun akademik perguruan tinggi 2020/2021 akan tetap dimulai pada bulan Agustus 2020 sedangkan untuk tahun akademik pendidikan tinggi keagamaan akan dimulai pada September 2020.

Baca Juga: Dewan Adat Mamta, Papua: Mahasiswa Adalah Harapan Rakyat Papua

Alasan Pengambilan Keputusan Belum Dilakukannya Kegiatan Belajar Tatap Muka

Lebih lanjut Nadiem mengatakan keputusan itu diambil karena perguruan tinggi dinilai lebih mampu beradaptasi dengan model pembelajaran jarak jauh. Sebab universitas memiliki potensi untuk mengadopsi pembelajaran jarak jauh lebih mudah ketimbang pendidikan menengah dan dasar. Metode pembelajaran nantinya wajib tetap dilaksanakan secara daring untuk mata kuliah teori, sedangkan untuk mata kuliah praktik juga sebisa mungkin tetap dilakukan secara daring. Namun, jika ada mata kuliah yang tidak memungkinkan untuk dapat dilaksanakan secara daring, maka Nadiem menyarankan untuk pelaksanaannya dilakukan pada akhir semester.

Kendati demikian, pimpinan perguruan tinggi diperbolehkan membuka kampus untuk aktivitas prioritas. Aktivitas prioritas yang dimaksud adalah aktivitas yang sangat berhubungan dengan kelulusannya mahasiswa yang tidak dapat dilakukan secara daring. Seperti halnya tugas laboratorium, praktikum, studio bengkel, dan hal-hal lain yang butuh peralatan dan mesin, atau kegiatan akademik atau vokasi serupa untuk keperluan skripsi, tesis, atau disertasi. Keputusan ini diambil agar tidak mengorbankan potensi kelulusan mahasiswa yang mungkin dapat tertunda sehingga mengakibatkan masalah lainnya. Walaupun diperbolehkan, aktivitas tersebut tidak memperkenankan mahasiswa untuk datang berbondong-bondong ke kampus. Terkait proyek individual untuk kelulusan tetap harus memenuhi protokol kesehatan.