Perbedaan Selesma, Flu dan Virus Corona
Perbedaan Selesma, Flu dan Virus Corona

Perbedaan Selesma, Flu dan Virus Corona – Akhir-akhir ini, segala penyakit yang menyebabkan batuk dan pilek membuat kita paranoid. Sedikit saja kita batuk atau demam membuat kita khawatir terjangkit virus corona. Padahal, tak semua gejala itu berujung ke sana, lho.

Hal ini adalah wajar karena kita sedang dalam masa pandemi. Segala informasi dan bukti terkait keganasan virus corona membuat kita takut. Lantas, untuk menambah wawasan kita dalam menghadapi pandemi, kita perlu tahu jenis penyakit yang mirip.

Beberapa penyakit tersebut adalah selesma dan flu. Kedua penyakit tersebut kerap menjadi momok lantaran mirip dengan virus corona. Padahal, mereka berbeda. Lantas, apa perbedaan ketiga penyakit tersebut?

Selesma: Umumnya Bernama Pilek

Baca juga: Berkarya Dengan Menjiplak, Apa Hukumnya?

Mengutip dari sains.kompas, selesma (influenza line illness) adalah jenis infeksi yang menyerang saluran pernapasan bagian atas. Umumnya, kita menyebut selesma sebagai pilek. Penyakit ini muncul kala tubuh terjangkit virus saat sedang memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Biasanya, gejala muncul 2 sampai 3 hari setelah terjangkit virus. Selesma mampu bertahan antara 7 hingga 10 hari yang kemudian akan mereda. Namun, tak menutup kemungkinan selesma menjangkit seseorang lebih lama. Khususnya perokok aktif.

Berikut gejala-gejala selesma atau pilek,

  • Biasanya tanpa mengalami demam
  • Sedikit sakit kepala, tapi jarang
  • Merasakan nyeri dan pegal ringa
  • Tubuh tidak terasa lemah
  • Sering mengalami pilek
  • Kerap bersin-bersin dan tenggorokan sakit
  • Biasanya mengalami batuk ringan cenderung sedang, hanya kadang-kadang saja
  • Komplikasi yang bisa terjadi yaitu sinus atau infeksi telinga.

Salah satu perbedaan utama antara flu dan selesma adalah tingkat keparahannya. Biasanya, selesma atau pilek tidak terlalu parah. Penyakit ini tidak menyebabkan tubuh lemas sebagai mana flu.

Flu: Lebih Berat dari Selesma

Baca juga: Efi Paulin Numberi, Perempuan Papua Pertama yang Pimpin Kejaksaan

Gejala flu dan selesma memang mirip. Namun, kedua penyakit ini berbeda. Gejala flu lebih parah dan menyerang secara dadakan. Terlebih, flu adalah penyakit yang menular bahkan sebelum gejala flu muncul.

Virus flu menular melalui percikan air liur pada udara. Hal ini mirip dengan penyebaran virus corona seperti yang kita ketahui. Perbedaan flu dengan selesma terletak pada tingkat keparahan dari gejala flu.

Berikut gejala flu,

  • Demam 38°C atau lebih pada bayi di bawah usia 3 bulan
  • Demam 40°C, pada usia berapapun
  • Tanda- tanda dehidrasi, seperti buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya
  • Demam lebih dari 3 hari
  • Muntah- muntah atau nyeri perut
  • Gangguan tidur terus menerus
  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri kepala hebat
  • Leher kaku
  • Batuk dan pilek

Flu dapat mengancam nyawa. Flu termasuk ke dalam kategori penyakit yang dapat menyebabkan epidemik. Menurut Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF), Prof dr Cissy B Kartasasmita SpA(K) PhD, flu memiliki 3 bentuk. Antara lain Influenza A, Influenza B dan Influenza C.

Influenza A terdiri dari beberapa subtipe termasuk H1N1 (flu babi) dan H3N2 (flu Australia). Influenza B adalah yamagata dan victoria. Sedangkan tipe C adalah tipe yang paling rendah dan tidak menyebabkan epidemik.

Virus Corona

Baca juga: Donor Darah Saat Kondisi Pandemi Covid 19

Antara flu dan virus corona, keduanya memiliki kemiripan gejala yang identik. Mulai dari demam, batuk, sesak dan pilek, semuanya ada pada kedua penyakit tersebut. Namun, ada ciri-ciri yang khas dari gejala virus corona. Antara lain,

  • Demam
  • Sesak napas
  • Batuk
  • Gangguan pengecapan atau penciuman
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala dan sakit tenggorokan
  • Pilek
  • Diare, mual, dan muntah

Ciri khas yang mencolok dari gejala covid adalah gangguan pada indra pengecapan dan penciuman. Selain itu, perbedaan lainnya adalah ihwal jangka waktu penyebaran. Menurut Organisasi Kesehatan dunia (WHO), virus corona menyebar 5 sampai 6 hari setelah menjangkit seseorang. Sedangkan flu lebih cepat, yakni 3 hari.

Sebagai upaya pencegahan, sebaiknya kita melakukan isolasi diri ketika mengalami gejala-gejala tersebut. Jika dalam kurun waktu 3 sampai 5 hari belum merasa baik, maka Anda perlu pergi ke dokter atau melakukan tes virus corona.